Friday, 1 May 2026
HomePolitikAksi Tak Terduga Prabowo di May Day 2026, Lepas Jaket hingga Sapa...

Aksi Tak Terduga Prabowo di May Day 2026, Lepas Jaket hingga Sapa Buruh

Bogordaily.net – Momen berbeda terjadi usai Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional pada Jumat 1 Mei 2026.

Setelah menyelesaikan pidatonya di hadapan ribuan buruh, Prabowo melakukan aksi yang tak biasa. Ia melepas baju safari cokelat yang dikenakannya di atas panggung, lalu tampil dengan kaos dalam hitam saat menghampiri massa.

Dalam suasana yang semakin cair, Prabowo mendekati para buruh yang memadati kawasan Monas.

Ia tampak berusaha menjalin interaksi langsung, menciptakan kedekatan yang jarang terlihat dalam acara formal kenegaraan.

Tak hanya itu, saat meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan RI 1, Prabowo tetap melanjutkan interaksinya.

Dari dalam mobil, ia terlihat menyapa dan membagikan souvenir kepada para buruh yang masih bertahan di sekitar area.

Sejak awal kedatangannya di Monas, Prabowo memang menunjukkan sikap terbuka. Ia menyapa, menyalami, hingga berbaur dengan para buruh sebelum akhirnya naik ke atas panggung utama.

Bahkan, suasana semakin meriah ketika ia melempar topi yang dikenakannya ke arah massa.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga sempat berjoget di atas panggung diiringi lagu milik Tipe-X berjudul Kamu Ngga’ Sendirian.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pekerja.

“Saya terima kasih atas undangan untuk hadir bersama saudara sekalian. Ini kehormatan. Saya rasa kaum buruh selalu dukung saya. Saya jadi presiden, karena kaum buruh, kaum tani, kaum pekerja seluruh Indonesia,” kata Prabowo dalam pidatonya.

“Saya bertekad, saya bersumpah berjuang untuk kepetingan rakyat Indonesia, terutama yang hidupnya sulit. Itu tugas saya. Pemerintah kami tidak gentar, tidak ragu membela kepentingan Indonesia,” tambahnya.

Ia juga memberikan pesan tegas kepada jajaran menteri agar selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Saudara-saudara menteri, kalau ambil kebijakan berpikir dan bertanya apakah ini menguntungkan rakyat Indonesia? Kalau menguntungkan rakyat, laksanakan. Tidak usah ragu-ragu!,” Prabowo mengingatkan menteri-menterinya.

“Bukan ini yang saya perjuangkan. Bukan negara yang dirampok oleh maling-maling. Saya tidak rela! Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela ada ibu-ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anaknya,” pungkasnya.

Momen ini pun menjadi sorotan publik, memperlihatkan sisi lain seorang kepala negara yang berupaya tampil lebih dekat dan membaur dengan masyarakat, khususnya para buruh yang menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here