Bogordaily.net – Intensitas cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bogor dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan terhadap meningkatnya kejadian bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 33 peristiwa bencana alam dan non-alam hanya dalam kurun waktu satu hari, yakni Senin, 4 Mei 2026.
Lonjakan angka kejadian ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam waktu singkat, sekaligus menunjukkan tingginya kerentanan wilayah Bogor terhadap dampak cuaca ekstrem.
Banjir Jadi Bencana Terbanyak
Dari total kejadian tersebut, banjir tercatat sebagai bencana paling dominan dengan 15 kasus. Selain itu, terdapat 11 kejadian tanah longsor, 6 peristiwa angin kencang, serta 1 kejadian non-alam berupa evakuasi satwa liar.
Sebaran bencana tidak terpusat di satu wilayah saja, melainkan meluas ke berbagai kecamatan dan desa.
Kepala Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengungkapkan bahwa total kejadian tersebut tersebar di 16 kecamatan dan 32 desa atau kelurahan.
Beberapa wilayah terdampak antara lain Ciomas, Sukaraja, Dramaga, Sukamakmur, Ciampea, Jonggol, Babakan Madang, hingga Tanjungsari.
“Sebagian besar kejadian sudah ditangani melalui kaji cepat oleh tim BPBD. Namun masih ada beberapa titik yang dalam proses penanganan, terutama banjir dan longsor di sejumlah wilayah rawan,” kata Andi Sumardi, Selasa, 5 Mei 2026.
Meski sebagian kejadian telah ditangani, BPBD mencatat masih ada sejumlah titik yang membutuhkan perhatian lebih.
Banjir dilaporkan masih menggenangi wilayah seperti Sukamakmur, Dramaga, dan Tanjungsari. Sementara itu, bencana longsor masih menjadi ancaman serius di Dramaga, Nanggung, Ciampea, dan Cigudeg.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya terjadi secara cepat, tetapi juga meninggalkan potensi risiko lanjutan jika tidak segera ditangani secara maksimal.
Peringatan Serius dari BPBD
Andi menegaskan bahwa meningkatnya frekuensi bencana dalam waktu singkat merupakan sinyal serius terhadap kondisi alam yang tidak stabil.
“Fenomena alam saat ini berada dalam kondisi yang harus diwaspadai. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang,” ungkapnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak menganggap remeh perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, dan daerah aliran sungai, untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Salah satu langkah yang disarankan adalah menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, serta kebutuhan darurat lainnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk aktif memantau perkembangan informasi cuaca dan mengikuti arahan dari pemerintah maupun instansi terkait.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, seluruh pihak diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban yang lebih besar di masa mendatang.***
