Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor mulai mempercepat transformasi sektor sanitasi dengan menghadirkan inovasi layanan berbasis sistem terjadwal yang terintegrasi.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi meluncurkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di wilayah Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.
Program ini tidak sekadar menjadi layanan teknis, melainkan langkah strategis dalam menjawab persoalan klasik pengelolaan limbah domestik yang selama ini masih belum tertata dengan baik di tingkat rumah tangga.
Selama ini, pengelolaan lumpur tinja di masyarakat cenderung bersifat reaktif, hanya dilakukan saat septic tank sudah penuh atau bermasalah. Kondisi ini berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan.
Melalui LLTT, pola tersebut diubah menjadi sistem yang lebih terencana, berkala, dan terkontrol. Pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi bergantung pada kesadaran individu semata, tetapi menjadi bagian dari sistem layanan publik yang terstruktur.
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi antara Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dan Perumda Trans Pakuan Kota Bogor, sebagai bentuk integrasi sumber daya daerah untuk menciptakan layanan sanitasi yang efektif dan berkelanjutan.
4 Armada Disiapkan
Pada tahap awal implementasi, Pemkot Bogor menyiapkan empat armada khusus bertajuk Tertib Kelola Tinja Berkala. Armada ini akan melayani sekitar 6.000 pelanggan di wilayah Bogor Utara.
Menariknya, layanan ini diberikan secara gratis sebagai bagian dari fase sosialisasi sekaligus upaya membangun kebiasaan baru di masyarakat.
Program ini diharapkan mampu mengedukasi warga bahwa pengelolaan limbah rumah tangga sama pentingnya dengan pengelolaan air bersih.
Dedie Rachim menegaskan bahwa peluncuran LLTT merupakan bentuk respons pemerintah daerah terhadap regulasi nasional terkait pengelolaan air bersih dan air limbah.
“Kita harus merespons amanah dari undang-undang baru tentang pengelolaan air bersih dan air limbah. Ada target-target yang harus dicapai pemerintah daerah, yakni tidak hanya mengelola air bersih melalui layanan PDAM, tetapi juga air limbah,” kata Dedie Rachim.
Menurutnya, selama ini fokus layanan publik masih didominasi oleh penyediaan air bersih, sementara pengelolaan limbah domestik belum mendapat perhatian yang seimbang.
Padahal, keduanya memiliki keterkaitan langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Tekan Risiko Penyakit dan Pencemaran Lingkungan
Selain meningkatkan kualitas sanitasi, LLTT juga berperan penting dalam menekan risiko pencemaran lingkungan, khususnya terhadap air tanah dan aliran sungai.
Limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit, seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan kesehatan lainnya.
“Kita memanfaatkan dan memaksimalkan jaringan kerja milik Pemda, dalam hal ini Perumda penyedia air bersih dan penyedia jasa transportasi. Jika tidak, akan sulit mencapai optimalisasi capaian,” ujar Dedie Rachim.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai sebagai solusi efektif untuk memastikan layanan dapat menjangkau masyarakat secara luas dengan dukungan infrastruktur yang sudah tersedia.
Kapasitas Terbatas, Pengembangan Jadi Prioritas
Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, mengungkapkan bahwa kapasitas pengolahan lumpur tinja saat ini masih terbatas.
Instalasi yang ada baru mampu mengolah sekitar 30 meter kubik per hari, sehingga diperlukan pengembangan ke depan agar cakupan layanan bisa diperluas.
“Untuk tahap awal masih gratis sampai ada arahan lebih lanjut. Pada waktunya, ketika kultur pengelolaan air limbah sudah terbangun, akan diterapkan penyesuaian,” ujar Rino.
Lebih dari sekadar program layanan, LLTT diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
Dengan sistem penyedotan yang dilakukan secara berkala, masyarakat tidak lagi menunggu hingga septic tank bermasalah. Sebaliknya, pengelolaan limbah menjadi bagian dari rutinitas yang terencana.
Pemkot Bogor menargetkan, setelah fase sosialisasi selesai, program ini dapat diterapkan secara luas dengan skema berbayar yang tetap terjangkau.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan di masa depan.***
