Monday, 11 May 2026
HomeKabupaten BogorDistribusi MBG di SDN Citaringgul 02 Babakan Madang Pakai Gerobak, Dadan Hindayana...

Distribusi MBG di SDN Citaringgul 02 Babakan Madang Pakai Gerobak, Dadan Hindayana Pastikan Makanan Tetap Sampai ke Siswa

Bogordaily.net – Pemandangan berbeda terlihat di SDN Citaringgul 02, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin 11 Mei 2026.

Di sekolah yang berada di dalam gang sempit itu, pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menggunakan kendaraan besar hingga ke halaman sekolah. Petugas harus mendorong gerobak agar makanan tetap bisa sampai ke tangan para siswa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Dadan Hindayana turun langsung meninjau proses distribusi tersebut. Ia bahkan ikut masuk ke sejumlah ruang kelas untuk membagikan paket MBG kepada siswa.

Suasana sekolah tampak ramai. Banyak siswa terlihat antusias menunggu giliran menerima makanan. Beberapa di antaranya langsung menghabiskan menu yang diberikan.

“Luar biasa menurut saya mereka sangat menantikan kegiatan seperti ini, dan bagi mereka sesuatu yang sangat bermanfaat, saya lihat tadi ada siswa yang segera menghabiskan makanannya,” kata Dadan kepada wartawan, Senin 11 Mei 2026.

Menurutnya, program MBG bukan hanya membantu pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga mulai mengubah pola makan siswa.

“Bahkan ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur, saya kira ini tren yang bagus,” tambahnya.

Dalam kunjungannya, Dadan juga mendengarkan langsung masukan dari para siswa terkait menu makanan yang dibagikan. Ada siswa yang menyampaikan menu favorit hingga makanan yang kurang disukai.

Karena itu, ia meminta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencatat seluruh aspirasi siswa agar menu MBG bisa lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Nanti akan ditampung oleh SPPG yang menyalurkan biasanya mereka akan nulis apa yang diinginkan dan pihak SPPG nanti wajib bertanya, menurut apa yang mereka inginkan,” ujarnya.

Ia juga membuka kemungkinan adanya penyesuaian menu bagi siswa tertentu.

“Memang nanti akan kita cek berapa orang yang tidak suka nasi, itu akan diganti dengan menu yang lain,” sambungnya.

Meski sempat terkendala akses jalan menuju sekolah yang cukup sempit, proses distribusi tetap berjalan lancar. Kendaraan pengangkut makanan hanya bisa berhenti di depan gang, sementara paket MBG diangkut menggunakan gerobak menuju area sekolah.

“Sementara mobilnya itu sampai depan. Dari depan sampe sini menggunakan gerobak saya kira bisa dilakukan karena tidak terlalu jauh,” ungkap Dadan.

Kehadiran gerobak tersebut menjadi solusi sederhana agar distribusi Makan Bergizi Gratis tetap merata hingga ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan akses terbatas.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here