HomeViralGuiness World Record Apakah Bisa Dibeli? Fakta Biaya Guinness Ramai usai Isu...

Guiness World Record Apakah Bisa Dibeli? Fakta Biaya Guinness Ramai usai Isu Marapthon

Bogordaily.net – Guiness World Record apakah bisa dibeli? Pertanyaan itu mendadak ramai. Gara-garanya satu nama: Marapthon.

Setelah penutupan Marapthon Season 3: The Last Tale, media sosial langsung gaduh. Ada yang menuduh rekor dunia bisa “dibeli”.

Ada pula yang penasaran: apakah Guinness World Records memang memberi hadiah uang kepada pemegang rekor?

Pertanyaan itu menarik. Sebab publik selama ini menganggap Guinness World Records seperti lomba biasa: bayar, menang, lalu pulang membawa sertifikat. Padahal mekanismenya jauh lebih rumit.

Pertama-tama, perlu diluruskan dulu. Nama resminya adalah Guinness World Records. Bukan “Guiness”. Lembaga asal Inggris itu selama puluhan tahun dikenal sebagai pencatat rekor dunia dengan sistem verifikasi yang ketat.

Di sinilah banyak orang salah paham.

Guiness World Record apakah bisa dibeli? Jawabannya: tidak bisa. Membayar biaya administrasi bukan berarti otomatis mendapatkan gelar rekor dunia.

Guinness punya syarat yang sangat rinci. Rekor harus terukur, bisa diverifikasi, memiliki aturan jelas, dapat diulang orang lain, dan benar-benar melampaui pencapaian sebelumnya.

Artinya, uang bukan penentu utama.

Memang ada biaya tertentu dalam proses pengajuan. Untuk kategori rekor yang sudah tersedia di database Guinness, pendaftaran bahkan bisa dilakukan secara gratis.

Tetapi bila seseorang ingin mengajukan kategori baru, ada biaya administrasi kecil yang sifatnya non-refundable.

Yang mahal justru layanan tambahannya.

Guinness menyediakan jalur cepat bernama Priority Application dan Priority Evidence Review. Tarifnya bisa ratusan hingga ribuan dolar. Namun layanan itu hanya mempercepat antrean pemeriksaan dokumen. Bukan membeli kemenangan.

Analogi sederhananya seperti jalur prioritas di bandara. Anda bisa lebih cepat masuk antrean. Tapi pesawat tetap tidak akan terbang kalau syarat keselamatan belum terpenuhi.

Guinness sendiri menegaskan layanan prioritas tidak menjamin rekor diterima. Jika bukti kurang lengkap, saksi tidak valid, atau aturan tidak dipenuhi, klaim tetap bisa ditolak.

Karena itu, isu soal Marapthon membeli rekor dunia menjadi problematik bila langsung disimpulkan tanpa bukti resmi. Sampai hari ini belum ada pernyataan final yang bisa membuktikan bahwa sebuah rekor “dibeli”.

Yang mungkin terjadi hanyalah penggunaan layanan bisnis atau prioritas dari Guinness. Itu lazim dilakukan perusahaan besar, brand internasional, bahkan penyelenggara acara hiburan.

Ada pula pertanyaan lain yang tidak kalah menarik: apakah pemegang Guinness World Records mendapat uang?

Jawabannya juga tidak.

Guinness World Records dalam FAQ resminya menyebut mereka tidak membayar pemecah rekor. Tidak ada hadiah tunai. Tidak ada bonus. Tidak ada sponsorship otomatis.

Jadi kalau seseorang berhasil memecahkan rekor dunia, keuntungan utamanya lebih kepada reputasi, publikasi, promosi, dan efek viral.

Itulah sebabnya banyak perusahaan rela mengeluarkan biaya besar demi mengejar rekor. Bukan karena hadiahnya, tetapi karena nilai pemberitaannya.

Bayangkan sebuah brand minuman berhasil memecahkan rekor “gelas kopi terbanyak dalam satu jam”. Yang mereka cari bukan sertifikat semata. Mereka mencari perhatian publik dunia.

Hal yang sama juga bisa terjadi pada event digital seperti Marapthon.

Jika benar ada pengajuan rekor terkait durasi live streaming atau bentuk pertunjukan tertentu, Guinness akan melihat detail teknisnya: berapa lama durasinya, siapa saksi independennya, bagaimana dokumentasinya, apa variabel yang diukur, dan apakah kategori itu memang diakui secara resmi.

Karena itu, publik perlu membedakan tiga hal penting.

Pertama, pengajuan rekor bisa gratis atau berbiaya administrasi kecil. Kedua, layanan prioritas memang mahal tetapi tidak menjamin lolos. Ketiga, status rekor hanya diberikan jika seluruh bukti dan aturan dinyatakan valid oleh Guinness.

Jadi, Guiness World Record apakah bisa dibeli? Tidak sesederhana itu. Yang bisa dibayar hanyalah layanan administrasi dan percepatan proses. Sedangkan gelar rekornya tetap harus dibuktikan dengan pencapaian nyata.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here