Monday, 18 May 2026
HomeKabupaten BogorHaflah at-Takharruj ke-27 PMUQI: 400 Santri “Ashaabul Yamiin” Resmi Diwisuda

Haflah at-Takharruj ke-27 PMUQI: 400 Santri “Ashaabul Yamiin” Resmi Diwisuda

Bogordaily.net – Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) mengadakan kegiatan Haflah at-Takharruj (Wisuda) ke-27 bagi santri tingkat akhir Angkatan XXVII yang bernama “Ashaabul Yamiin”, Minggu 17 Mei 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan di Basement Masjid Jami’ Ummul Quro Al-Islami, Bogor.

Acara tersebut menjadi prosesi pelepasan resmi bagi calon alumni setelah menyelesaikan masa pendidikan di pesantren.

Kegiatan ini dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 KH. Ma’ruf Amin, jajaran pimpinan pondok, dewan guru, tokoh masyarakat, serta wali santri kelas 6 Aliyah.

Sebanyak 400 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda, terdiri dari 186 santri putra dan 214 santri putri.

Selain prosesi kelulusan, panitia juga mengumumkan sejumlah pencapaian akademik santri, mulai dari penerimaan di berbagai perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan mandiri, hingga 20 santri yang dijadwalkan mengikuti tes masuk Universitas Al-Azhar, Kairo.

Perwakilan santriwati Angkatan XXVII dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh guru atas bimbingan selama enam tahun.

Ia juga menegaskan bahwa kebersamaan menjadi hal penting dalam perjalanan angkatan mereka.

Perwakilan wali santri, Bambang Widodo selaku wali dari Rafi Albansyah, turut menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah mendidik anak-anak mereka selama di pesantren. “Semoga ilmu dan nasihat yang telah disampaikan menjadi amal jariyah bagi para guru,” ujarnya.

Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami, KH. Dr. Saiful Falah, M.Pd.I., mengatakan bahwa teladan kehidupan Muassis PMUQI KH. Helmy AbdulMubin, Lc., senantiasa mengamalkan nilai silaturahmi, kepedulian, dan sikap pemaaf dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, KH. Ma’ruf Amin memberikan pesan kepada para wisudawan mengenai peran penting pesantren dalam mencetak generasi penerus ulama.

“Pesantren merupakan pabrik kyai, yang dinilai penting dalam melahirkan tokoh yang melanjutkan perjalanan Rasulullah,” ucapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa, santri masa kini menghadapi tantangan yang semakin besar, sehingga harus memiliki tiga bekal utama, yaitu unggul dalam ilmu, mampu memahami perkembangan zaman, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi perubahan.

Sebelum prosesi pembagian ijazah, seluruh wisudawan dan wisudawati mengucapkan ikrar alumni sebagai bentuk komitmen menjalani kehidupan sesuai syariat Islam. Selanjutnya, nama wisudawan dipanggil satu per satu untuk menerima ijazah.

Pesantren juga memberikan penghargaan kepada santri berprestasi, termasuk peraih predikat Mumtaz dan santri dengan nilai tertinggi. Khusus peraih nilai tertinggi, pihak pesantren memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp25 juta.

Acara ditutup dengan doa oleh perwakilan jajaran masyayikh. Wisuda Angkatan XXVII “Ashaabul Yamiin” pun resmi berakhir dengan harapan agar para alumni mampu menjadi generasi yang bermanfaat serta menjaga nama baik pondok.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here