Thursday, 14 May 2026
HomeKulinerHaidilao Apakah Halal? Begini Status MUI dan Fakta Bumbu Hot Pot yang...

Haidilao Apakah Halal? Begini Status MUI dan Fakta Bumbu Hot Pot yang Banyak Dipertanyakan

Bogordaily.net – Haidilao apakah halal. Pertanyaan itu kini seperti kuah hot pot: mendidih di media sosial. Banyak yang bertanya. Banyak pula yang ragu. Terutama umat Muslim yang hendak makan di gerai-gerai populer seperti di Medan, Batam, Surabaya, Gandaria City hingga Grand Indonesia.

Nama besar Haidilao memang sudah mendunia. Pelayanannya terkenal. Atraksi tarik mi-nya viral. Antreannya panjang. Namun di Indonesia, urusan rasa tidak cukup. Ada satu pertanyaan yang lebih penting: halal atau tidak.

Itulah sebabnya pencarian soal Haidilao apakah halal terus melonjak. Banyak pengunjung ingin memastikan sebelum duduk memesan kuah tom yum atau beef mala favorit mereka.

Di Indonesia, status halal restoran tidak cukup hanya dengan tulisan “no pork no lard”. Itu belum final. Yang menjadi acuan resmi tetap sertifikat halal yang diterbitkan BPJPH berdasarkan fatwa halal dari MUI.

Karena itu, konsumen dianjurkan memeriksa langsung melalui kanal resmi BPJPH maupun LPPOM MUI. Nama restoran, perusahaan, hingga nomor sertifikat bisa dilacak di sana.

Masalahnya, banyak pengunjung mengira semua gerai Haidilao otomatis halal. Padahal belum tentu demikian.

Gerai Haidilao memang sudah tersebar di berbagai kota besar. Di Grand Indonesia misalnya, Haidilao berada di East Mall lantai UG. Di Batam ada di Grand Batam Mall lantai 2. Surabaya memiliki outlet di Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza. Medan tercatat hadir di DeliPark. Gandaria City atau Gancit juga masuk daftar lokasi favorit pencinta hot pot.

Namun keberadaan gerai bukan berarti seluruh cabang sudah tersertifikasi halal.

Di sinilah publik mulai bingung. Ada yang melihat menu tanpa babi lalu langsung menganggap aman. Ada pula yang percaya semua bumbu otomatis halal.

Padahal sertifikasi halal tidak sesederhana itu.

Proses halal juga menilai dapur, penyimpanan bahan, alat masak, distribusi, hingga kemungkinan kontaminasi silang. Bahkan kuah dan bumbu pun harus masuk dalam sistem jaminan halal yang terverifikasi.

Karena itu pertanyaan Haidilao apakah halal tidak bisa dijawab hanya dengan melihat nama menu seperti kuah jamur atau tomat. Semua tetap harus dibuktikan lewat sertifikat resmi yang masih berlaku.

Yang menarik, grup Haidilao sebenarnya sudah menghadirkan brand berbeda bernama Sizzling Hotspot. Konsep ini banyak disebut sebagai lini halal pertama dari Haidilao Group di Indonesia.

Sizzling Hotspot dipromosikan dengan konsep shabu-shabu dan grill halal. Beberapa laporan menyebut outlet di Supermal Karawaci menjadi salah satu pelopornya.

Namun publik tetap harus membedakan antara Haidilao Hot Pot reguler dengan Sizzling Hotspot. Keduanya tidak otomatis memiliki status sertifikasi yang sama.

Maka bagi konsumen Muslim, langkah paling aman tetap sederhana: cek sertifikat halal sebelum makan.

Jangan hanya percaya pada tulisan “no pork”. Jangan pula hanya melihat antrean panjang lalu merasa pasti aman. Dalam urusan halal, kepastian lebih penting daripada asumsi.

Dan sampai hari ini, pertanyaan tentang Haidilao apakah halal masih akan terus muncul. Selama publik belum melihat kejelasan sertifikasi secara langsung di setiap gerainya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here