Bogordaily.net – Keluarga korban pembunuhan perempuan muda yang jasadnya ditemukan di kawasan Jalan Sholeh Iskandar dekat Tol BORR, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, akhirnya buka suara terkait berbagai informasi yang beredar luas di media sosial.
Keluarga menegaskan bahwa kabar yang menyebut korban memiliki hubungan asmara dengan pelaku tidak benar.
Narasi tersebut dinilai telah memperkeruh suasana dan menambah kesedihan keluarga yang tengah berduka atas meninggalnya Anggi Auliya Arsyad.
Kakak korban, Humaira, meminta masyarakat dan pengguna media sosial untuk menghentikan penyebaran narasi yang dinilai tidak sesuai fakta.
Menurut Humaira, adiknya dikenal sebagai pribadi baik, berpendidikan, dan tengah mempersiapkan rencana lamaran dengan kekasihnya yang berasal dari Makassar.
Ia menegaskan, pelaku hanya teman semasa SMK dan bukan pacar korban seperti yang ramai diberitakan di sejumlah akun media sosial.
“Adik saya punya pacar dan bahkan sudah ada rencana lamaran bulan depan. Jadi tolong jangan bilang pelaku itu pacarnya. Dia cuma teman SMK dan dimanfaatkan,” ujar Humaira saat diwawancarai.
Humaira mengungkapkan, pihak keluarga di Makassar menerima kabar duka sekitar pukul 07.00 pagi sebelum langsung terbang ke Bogor pada pukul 10.00 dan tiba sekitar pukul 12.00 siang.
Kekasih korban dari Makassar juga disebut hadir mendampingi keluarga setelah mendengar kabar tersebut.
“Pacar korban datang dari Makassar. Mereka memang sudah punya rencana serius untuk menikah. Lamaran rencananya bulan depan,” katanya.
Korban diketahui bekerja di perusahaan Bintang Office pada bagian keuangan. Di lingkungan kerjanya, korban dikenal baik oleh rekan maupun bawahan sehingga keluarga tidak menyangka korban menjadi korban tindak kekerasan yang tragis.
“Adik saya kerja di bagian keuangan dan dikenal baik di kantornya. Kami tidak menyangka ada orang yang bisa sekejam itu terhadap dia,” lanjut Humaira.
Keluarga juga meminta akun Instagram, TikTok, maupun media sosial lain agar tidak lagi membuat konten yang menyebut korban sebagai pacar pelaku karena dinilai menambah luka bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Saya mohon sebesar-besarnya kepada media dan akun-akun yang menyebarkan berita viral ini untuk tidak bilang korban dibunuh pacarnya sendiri, karena itu tidak benar,” tegasnya.
Terkait proses hukum, Humaira berharap pelaku mendapatkan hukuman maksimal atas perbuatannya.
“Kalau harapan saya sebagai kakak, pelaku dihukum mati. Jangan seumur hidup, karena kalau seumur hidup masih bisa direvisi,” pungkasnya.
(Fikri)
