Bogordaily.net – Peristiwa kebakaran yang melanda kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung (Babel) memicu perhatian publik setelah Kepala Dinas Perhubungan, M Haris, mengungkap dugaan adanya unsur kesengajaan di balik insiden tersebut.
Tak hanya sekadar kebakaran biasa, Haris menyebut peristiwa ini berkaitan dengan ancaman serius yang sebelumnya ia terima dari seorang oknum staf di lingkungan dinas yang dipimpinnya.
Kecurigaan tersebut muncul setelah Haris menerima ancaman melalui media sosial pada hari yang sama sebelum kebakaran terjadi. Ancaman itu bahkan disebut berisi niat untuk melakukan tindakan ekstrem.
“Yang jelas ada kebakaran dan ada indikasi diduga karena sebelumnya siang tadi saya mendapat ancaman di media sosial dari seorang oknum staf saya di Dishub, mau membunuh dan membakar kantor (Dishub),” kata Kadishub Haris usai membuat laporan di SPKT Polda Babel.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aparat kini tidak hanya menangani kasus kebakaran, tetapi juga menelusuri dugaan tindak pidana berupa ancaman kekerasan yang menyasar pejabat publik.
Motif Diduga Terkait Kenaikan Pangkat
Lebih lanjut, Haris mengungkapkan bahwa konflik internal diduga menjadi pemicu awal munculnya ancaman tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat usulan kenaikan pangkat dari staf yang bersangkutan. Namun, karena alasan tertentu, usulan tersebut tidak ditandatangani olehnya sebagai pimpinan.
“Saya sebagai pimpinan tentunya ingin memberikan pembinaan terlebih dahulu dan ternyata dengan tidak ditandatangani usulan kenaikan pangkatnya itu mungkin memicu menulis ancaman akan membunuh dan membakar kantor Dishub,” tambahnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa persoalan administratif di internal organisasi bisa berkembang menjadi konflik serius jika tidak dikelola dengan baik.
Dua Laporan Resmi Dilayangkan ke Polda
Sebagai langkah hukum, M Haris langsung mendatangi kantor Polda Bangka Belitung untuk membuat laporan resmi.
Ia diketahui berada di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) hingga malam hari, sebelum akhirnya keluar sekitar pukul 23.00 WIB.
Haris memastikan bahwa dirinya telah melayangkan dua laporan polisi sekaligus, yang mencakup:
- Dugaan tindak pidana pembakaran kantor Dinas Perhubungan
- Dugaan ancaman pembunuhan terhadap dirinya
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aspek kejadian dapat ditangani secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
Dengan adanya dua laporan tersebut, pihak kepolisian kini memiliki dasar untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam.
Kasus ini tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fasilitas negara, tetapi juga menyangkut keselamatan pejabat serta potensi tindak kriminal serius yang melibatkan unsur perencanaan.
Jika terbukti, pelaku dapat dijerat dengan pasal berlapis, termasuk terkait ancaman kekerasan dan pembakaran yang berpotensi membahayakan banyak pihak.***
