Bogordaily.net – Keanu Sanjaya anak siapa. Pertanyaan itu mendadak ramai. Bukan tanpa sebab. Satu gol di menit ke-87 mengubah arah perhatian publik. Dari sekadar nama di daftar pemain, menjadi sosok yang diburu identitasnya.
Malam itu, di King Abdullah Sport City, Timnas Indonesia U-17 menang tipis 1-0 atas Timnas China U-17. Tidak banyak gol. Hanya satu. Tapi cukup untuk mengangkat nama: Keanu Sanjaya.
Gol itu datang terlambat. Menit ke-87. Umpan panjang dari Mathew Baker meluncur jauh. Keanu mengejarnya. Satu sentuhan. Lalu tendangan mendatar. Masuk. Sunyi sesaat. Lalu riuh.
Pertandingan sebelumnya terasa berat. China menekan sejak awal. Pertahanan Indonesia dipaksa bekerja ekstra. Mike Rajasa berkali-kali menjadi tembok terakhir. Sementara lini belakang tampil disiplin.
Indonesia sempat kesulitan di 30 menit pertama. Ritme belum terbentuk. Peluang terbaik datang dari Chico Jericho di menit ke-43. Tapi gagal. Tiga pemain lawan langsung menutup ruang.
Babak kedua lebih rapi. Pola 5-4-1 saat bertahan berubah menjadi 3-4-3 ketika menyerang. Skema itu membuat permainan lebih seimbang. China tetap berbahaya. Menit ke-62 hampir saja kebobolan. Lagi-lagi Mike Rajasa menyelamatkan.
Gol sempat tercipta di menit ke-67. Tapi dianulir. Handball.
Lalu datang momen itu. Menit ke-87. Keanu menyelesaikan dengan tenang. Seolah sudah terbiasa berada di situasi genting.
Keanu Sanjaya anak siapa. Jawaban pastinya belum banyak diungkap ke publik. Yang jelas, ia bukan muncul tiba-tiba. Ia ditempa.
Ia adalah gelandang muda dari Bali United Youth. Posisi aslinya di tengah. Tapi perannya lebih dari sekadar penghubung. Ia mengatur tempo. Membaca permainan. Mengalirkan bola.
Namanya mulai dikenal saat tampil di Elite Pro Academy. Musim 2024/2025 menjadi titik penting. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik EPA Liga 1 U-16.
Dari sana, jalannya melebar. Ia mendapat kesempatan berlatih di Spanyol. Bukan klub sembarangan. Deportivo Alavés memberinya ruang belajar. Lingkungan baru. Tempo berbeda. Cara berpikir yang lebih cepat.
Program itu tidak singkat. Ia menjalani pelatihan sejak awal tahun hingga Maret 2025. Bersama beberapa talenta muda Indonesia lainnya.
Sepak bola memang sering melahirkan cerita seperti ini. Anak muda. Tidak banyak dikenal. Lalu satu momen mengubah segalanya.
Keanu Sanjaya anak siapa. Bisa jadi, pertanyaan itu akan terus dicari. Tapi yang lebih penting: ia kini sudah menjawab dengan cara lain—di lapangan. Dengan gol. Dengan ketenangan. Dengan masa depan yang mulai terlihat.***
