Tuesday, 12 May 2026
HomeKota BogorLewat Kerja Sama dengan SKHB IPB, Vetopet Animal Clinic Dorong Penguatan SDM...

Lewat Kerja Sama dengan SKHB IPB, Vetopet Animal Clinic Dorong Penguatan SDM Kedokteran Hewan

Bogordaily.net – Vetopet Animal Clinic resmi menjalin kerja sama dengan IPB University melalui Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Selasa (12/5/2026).

Kerja sama ini difokuskan pada bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) dokter hewan di Indonesia.

CEO Vetopet Animal Clinic, drh. Nurul Anjar mengatakan, kolaborasi tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas dampak pelayanan dan edukasi di bidang kesehatan hewan.

Menurutnya, Vetopet ingin menggandeng institusi pendidikan agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih luas dan efektif.

“Kerja samanya di bidang pendidikan. Nanti mahasiswa bisa praktik langsung menangani pasien dan mengetahui bagaimana sistem kerja di klinik hewan melalui Vetopet,” ujarnya.

Selain itu, kerja sama juga akan diwujudkan melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap dunia kedokteran hewan dan kesehatan hewan peliharaan.

Ia menilai, minimnya jumlah dokter hewan di Indonesia masih menjadi tantangan besar, khususnya bagi klinik hewan yang membutuhkan tenaga profesional berkualitas.

“Secara SDM itu masih menjadi PR besar. Dunia praktik klinik hewan membutuhkan tenaga yang mumpuni, sementara ketersediaannya masih terbatas,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara Vetopet dan SKHB IPB University dapat melahirkan terobosan baru di bidang pendidikan dan layanan kesehatan hewan.

Sementara itu, Dekan SKHB IPB University, Prof. Dr. drh. Amrozi menyebut kolaborasi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan menjadi hal penting untuk membangun kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, masukan dari dunia klinik dan layanan kesehatan hewan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kurikulum pendidikan kedokteran hewan.

“Dunia pendidikan harus tahu kebutuhan di lapangan sehingga kurikulum yang dibangun relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja,” ujarnya.

Amrozi menambahkan, kehadiran mahasiswa koas di klinik hewan juga penting untuk membangun kemampuan komunikasi, keterampilan praktik, hingga integritas profesi di tengah perkembangan media sosial.

Ia menilai, proses magang dan pelatihan langsung di klinik menjadi langkah penting agar calon dokter hewan memahami etika profesi, termasuk menjaga privasi klien dan pemilik hewan.

Terkait minimnya jumlah dokter hewan, Amrozi mengungkapkan bahwa lulusan dokter hewan di Indonesia setiap tahun baru mencapai sekitar seribu orang, sementara kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 45 ribu tenaga dokter hewan.

Karena itu, SKHB IPB University saat ini turut membantu pengembangan program studi kedokteran hewan di sejumlah daerah, termasuk mendukung pendirian sekolah kedokteran hewan pertama di Pulau Kalimantan.

“Bisnis layanan kesehatan hewan masih terus berkembang, sehingga kebutuhan dokter hewan ke depan juga akan semakin besar,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here