Bogordaily.net – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, aktivitas penjualan hewan kurban mulai ramai di berbagai wilayah Kabupaten Bogor. Salah satu titik penjualan yang mulai dipadati calon pembeli berada di kawasan Nanggewer, Kampung Tarikolot, Jalan Sirojul Munir.
Di lokasi tersebut, ratusan hewan kurban mulai dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban tahun ini. Mulai dari kambing, domba, hingga sapi tersedia dengan berbagai ukuran dan harga yang bervariasi.
Sejak pagi hingga sore hari, sejumlah warga tampak datang untuk melihat langsung kondisi hewan sebelum memutuskan membeli. Beberapa pembeli bahkan sudah mulai melakukan pemesanan lebih awal agar mendapatkan hewan sesuai keinginan.
Pemilik lapak hewan kurban, Ahmad, mengatakan usaha penjualan hewan kurban yang dijalankannya sudah berlangsung selama kurang lebih 15 tahun. Selama itu pula, dirinya selalu merasakan peningkatan permintaan setiap mendekati Hari Raya Iduladha.
“Hampir tiap tahun memang ramai, apalagi kalau sudah mendekati Iduladha. Biasanya pembeli mulai banyak datang sekitar satu bulan sebelumnya,” ujar Ahmad.
Menurut Ahmad, hewan-hewan kurban yang dijual di lapaknya didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Cianjur dan Sukabumi. Daerah tersebut dipilih karena dikenal memiliki kualitas ternak yang baik dan sudah menjadi pemasok langganan selama bertahun-tahun.
Ia menjelaskan, kondisi geografis dan kualitas pakan di daerah asal turut memengaruhi kualitas hewan ternak yang dijual kepada masyarakat.
Untuk jenis hewan yang paling diminati masyarakat tahun ini, Ahmad menyebut kambing dan domba masih menjadi pilihan utama. Permintaan keduanya disebut cukup seimbang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau tahun ini kambing sama domba seimbang, masing-masing sekitar 50 persen peminatnya,” katanya.
Selain kambing dan domba, penjualan sapi juga mulai meningkat menjelang Iduladha. Umumnya sapi dibeli secara patungan oleh beberapa orang untuk memenuhi syarat kurban bersama.
Dari sisi harga, Ahmad mengakui tahun ini terjadi kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Harga kambing dijual mulai dari Rp2,5 juta tergantung ukuran, usia, dan bobot hewan.
Sedangkan sapi dengan ukuran besar dapat mencapai harga sekitar Rp20 juta bahkan lebih, tergantung jenis dan beratnya.
Menurut Ahmad, kenaikan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari biaya pakan ternak, transportasi pengiriman, hingga biaya perawatan hewan yang ikut mengalami peningkatan.
“Kenaikan harga dipengaruhi biaya operasional yang ikut naik. Tapi kemungkinan harga bisa turun kalau Iduladha sudah lewat,” tuturnya.
Meski harga mengalami kenaikan, antusiasme masyarakat untuk membeli hewan kurban disebut tetap tinggi. Banyak pembeli lebih memilih datang lebih awal agar memiliki lebih banyak pilihan hewan dengan kondisi terbaik.
Dalam menjaga kualitas ternak, Ahmad mengatakan pihaknya sangat memperhatikan kesehatan hewan sebelum dijual kepada masyarakat. Hewan yang layak kurban dipastikan dalam kondisi sehat, aktif bergerak, dan tidak mengalami cacat fisik.
Selain itu, kondisi bulu dan respons hewan juga menjadi indikator penting dalam memastikan kualitas ternak.
“Di sini hewan dikumpulkan dulu supaya bisa beradaptasi dengan tempat dan cuaca, lalu kami vaksin juga agar tetap sehat,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh hewan yang baru tiba di lokasi penjualan akan menjalani masa adaptasi terlebih dahulu agar terbiasa dengan lingkungan baru dan perubahan cuaca.
Proses vaksinasi dan pemeriksaan rutin juga dilakukan untuk mencegah penyakit yang dapat memengaruhi kondisi hewan kurban.
Tak hanya fokus pada kualitas ternak, lapak penjualan tersebut juga memberikan kemudahan bagi pembeli melalui layanan antar gratis untuk wilayah Jabodetabek.
Layanan tersebut cukup diminati masyarakat karena mempermudah proses pengiriman hewan kurban ke rumah maupun lokasi penyembelihan.
“Kami juga ada layanan antar gratis untuk wilayah Jabodetabek,” kata Ahmad.
Saat ini, jumlah hewan kurban yang tersedia di lapak tersebut mencapai sekitar 450 ekor dengan ukuran yang beragam.
Untuk kambing dan domba, bobot terkecil berada di kisaran 25 kilogram, sedangkan ukuran terbesar bisa mencapai sekitar 90 kilogram.
Sementara itu, sapi yang tersedia memiliki bobot mulai dari 250 kilogram hingga mencapai 1 ton untuk ukuran paling besar.
“Untuk sapi paling besar beratnya bisa sampai 1 ton,” ungkap Ahmad.
Dengan stok yang masih cukup banyak dan minat masyarakat yang terus meningkat, Ahmad optimistis penjualan hewan kurban tahun ini akan terus mengalami kenaikan hingga mendekati Hari Raya Iduladha.
(Ergi Azzam F/Magang)
