Bogordaily.net – Universitas Islam Bogor (UIB) Ummul Quro menerima kunjungan kehormatan dari akademisi asal Malaysia, Jeffry B. Abu Hassan, dalam sebuah kegiatan dialog interaktif yang berlangsung hangat dan penuh inspirasi.
Kehadiran akademisi yang dikenal aktif dalam dunia pendidikan tersebut disambut langsung oleh Rektor UIB Ummul Quro, Syamsul Rizal, bersama jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga pendidik, serta ratusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.
Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan mengenai pendidikan, kepemudaan, dan pengembangan sumber daya manusia di era global.
Dalam sambutannya, Syamsul Rizal menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan yang dinilai mampu memperkuat hubungan baik antara dua negara serumpun yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan agama.
Ia juga memaparkan perkembangan UIB Ummul Quro yang terus menunjukkan pertumbuhan positif, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun pengembangan kualitas pendidikan.
Saat ini, kampus tersebut telah menjadi tempat menimba ilmu bagi sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai daerah.
“Kami merasa sangat senang dan bahagia atas kedatangan saudara serumpun dari Malaysia. Semoga kehadiran ini semakin mempererat hubungan baik,” ujar Syamsul Rizal.
Dorong Mahasiswa Menjadi Penggerak Perubahan
Pada kesempatan yang sama, Jeffry B. Abu Hassan menyampaikan berbagai pesan motivasi kepada para mahasiswa agar mampu memanfaatkan masa muda
sebagai periode terbaik untuk belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan bangsa dan umat.
Ia mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan bagaimana perubahan besar sering kali lahir dari tangan para pemuda yang memiliki visi, semangat, dan keteguhan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.
Mengutip pemikiran tokoh pembaru Islam, Imam Hasan al-Banna, Jeffry menegaskan bahwa kekuatan suatu bangsa sesungguhnya terletak pada kualitas generasi mudanya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk meneladani perjuangan generasi muda pada masa Rasulullah SAW yang menjadi motor penggerak dalam menyebarkan dakwah dan membangun peradaban.
Soroti Peran Penting Dunia Kebidanan dan Kesehatan
Selain membahas peran generasi muda, Jeffry turut memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang kesehatan, khususnya kebidanan.
Menurutnya, profesi bidan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membentuk kualitas generasi masa depan karena berhubungan langsung dengan proses kelahiran dan kesehatan ibu serta anak.
Ia menegaskan bahwa profesi tersebut tidak sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang memiliki dampak jangka panjang bagi pembangunan masyarakat.
“Kebidanan itu sangat penting. Di tangan kalianlah akan lahir generasi masa depan yang luar biasa. Ingatkan para ibu untuk mendidik anak-anak mereka menjadi generasi yang saleh dan salehah,” tutur Jeffry B. Abu Hassan.
Pesan tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta yang hadir, terutama mahasiswa kesehatan yang
hadir, terutama mahasiswa kesehatan yang akan terjun langsung melayani masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan mereka.
Kenang Jasa Guru Indonesia di Malaysia
Dalam sesi dialog, Jeffry juga mengajak seluruh peserta untuk mengenang eratnya hubungan historis antara Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Bertepatan dengan momentum bulan Dzulhijjah, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai persaudaraan, persatuan, dan kerja sama antarbangsa yang memiliki akar budaya dan agama yang sama.
Menurutnya, perkembangan pendidikan di Malaysia tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para tenaga pendidik asal Indonesia yang pernah mengajar di negeri jiran pada era 1970-an hingga 1980-an.
Jeffry mengaku memiliki kenangan mendalam terhadap para guru Indonesia yang pernah membimbingnya semasa sekolah.
“Dulu, banyak sekolah di Malaysia yang diajar oleh guru dan dosen dari Indonesia. Saya ingat betul salah satu pengajar kami, Bapak Simanjuntak. Beliau menjaga kami layaknya anak kandung sendiri. Atas dasar didikan itu pula, kini banyak mahasiswa kami yang bisa dikirim belajar ke berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat dan Jepang,” kenang Jeffry B. Abu Hassan.
Pernyataan tersebut disambut antusias para peserta yang melihat bagaimana hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia telah memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Harapan untuk Masa Depan
Menutup rangkaian kegiatan, Jeffry B. Abu Hassan menyampaikan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan mahasiswa UIB Ummul Quro Bogor.
Ia berharap para mahasiswa mampu memanfaatkan kesempatan belajar yang dimiliki saat ini untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa, negara, dan umat.
Kunjungan akademik ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara UIB Ummul Quro Bogor dan berbagai institusi pendidikan di Malaysia, baik dalam bidang penelitian, pertukaran mahasiswa, maupun pengembangan program akademik di masa mendatang.***
