Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor kembali menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia pada momen Idul Adha 2026.
Tahun ini, sapi kurban berbobot 1,2 ton tersebut disalurkan kepada masyarakat di RW 11 Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor menyampaikan, penyaluran sapi kurban Presiden kali ini merupakan yang kedua untuk Kota Bogor. Sebelumnya, bantuan serupa juga pernah diberikan di kawasan As Shogiri, Tanah Baru.
“Ini kali kedua Kota Bogor mendapatkan bantuan sapi kurban dari Presiden. Tahun lalu di As Shogiri Tanah Baru, sekarang di Kayumanis Tanah Sareal,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi keberkahan bagi semua pihak, termasuk Presiden RI.
“Semoga jadi manfaat dan keberkahan buat kita semua. Tentu pahalanya mengalir untuk Pak Presiden supaya sehat dan diberikan kekuatan,” katanya.
Terkait jumlah pembagian daging kurban, dirinya memperkirakan sapi dengan bobot lebih dari satu ton itu dapat menghasilkan sekitar seribu kantong daging.
“Kalau simulasi saya yang biasanya 300 kilogram itu sekitar 250 kantong. Berarti logikanya kalau 1.000 kilo lebih kurang bisa 1.000 kantong. Tapi kondisi sapinya terlihat cukup gemuk dan dagingnya berisi, mudah-mudahan berapa pun hasilnya ada kebersamaan,” ungkapnya.
Meski demikian, teknis pembagian daging kurban sepenuhnya akan diatur oleh panitia dan DKM setempat.
“Nanti panitia yang mengatur itu, kita berikan kepercayaan ke DKM,” lanjutnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI yang telah kembali memberikan bantuan sapi kurban kepada masyarakat Kota Bogor melalui kementerian terkait.
“Hari ini kami ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden yang hari ini diwakili oleh kementerian yang sudah memberikan bantuannya untuk Kota Bogor yang kedua kali kepada masyarakat melalui sapi kurban di Iduladha,” tuturnya.
Sementara itu, terkait alasan pemilihan wilayah Kayumanis sebagai lokasi penyaluran, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa distribusi dilakukan secara bergilir di setiap wilayah Kota Bogor.
“Setiap tahun muter. Tahun depan insyaallah di Bogor Timur. Jadi tidak ada spesifikasi syarat, dimanapun selama di Kota Bogor dan berbagi tiap kecamatan sekali,” jelasnya.
Ia menambahkan, penunjukan Kayumanis tahun ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kota Bogor agar distribusi bantuan dapat merata.
“Tidak ada klasifikasi khusus, ini lebih ke kebijakan Pak Wali Kota yang menginginkan distribusi ke Kayumanis,” pungkasnya.***
