Bogordaily.net – Memasuki awal pekan pada Senin, 4 Mei 2026, pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik menunjukkan tren yang relatif stabil, meskipun terdapat penyesuaian tipis pada beberapa kadar karat.
Kondisi ini menjadi perhatian para pelaku pasar, baik kolektor maupun investor, yang kerap memanfaatkan momentum awal pekan untuk memantau arah pergerakan harga sebelum memasuki periode fluktuatif di hari-hari berikutnya.
Secara umum, emas perhiasan masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat.
Selain berfungsi sebagai penunjang penampilan, emas juga dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Nilai emas perhiasan sangat ditentukan oleh kadar karat yang dimilikinya. Semakin tinggi kadar karat, semakin besar kandungan emas murni di dalamnya.
Emas dengan kadar tinggi seperti 24 karat memiliki nilai investasi yang lebih tinggi, namun teksturnya cenderung lebih lunak.
Sebaliknya, emas dengan kadar lebih rendah seperti 10 atau 14 karat biasanya lebih kuat karena campuran logam lain, tetapi nilai investasinya relatif lebih kecil.
Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini 4 Mei 2026
Berikut rincian harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat yang berlaku hari ini:
24 Karat (24K)
- Per gram: Rp2.567.511
- Per ons: Rp79.858.508
- Per kilogram: Rp2.567.510.667
22 Karat (22K)
- Per gram: Rp2.353.551
- Per ons: Rp73.203.633
- Per kilogram: Rp2.353.551.444
18 Karat (18K)
- Per gram: Rp1.925.633
- Per ons: Rp59.893.881
- Per kilogram: Rp1.925.633.000
14 Karat (14K)
- Per gram: Rp1.497.715
- Per ons: Rp46.584.130
- Per kilogram: Rp1.497.714.555
10 Karat (10K)
- Per gram: Rp1.069.796
- Per ons: Rp33.274.379
- Per kilogram: Rp1.069.796.111
Dengan harga emas 24 karat yang berada di kisaran Rp2,56 juta per gram, kondisi pasar saat ini dinilai cukup stabil. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menambah koleksi emas atau melakukan diversifikasi investasi.
Stabilitas harga di awal pekan sering dimanfaatkan sebagai momen masuk sebelum potensi kenaikan atau fluktuasi yang biasanya terjadi menjelang periode libur panjang.***
