Bogordaily.net – Viral sebuah video perayaan kelulusan yang viral memicu beragam reaksi publik setelah menampilkan aksi sekelompok siswi dengan gaya yang dianggap kontroversial.
Video yang diunggah ulang oleh akun @sarangeditor.id tersebut memperlihatkan para siswi melakukan tarian kompak sebagai bentuk selebrasi usai menyelesaikan masa pendidikan mereka.
Namun, alih-alih mendapat pujian, perhatian warganet justru tertuju pada penampilan mereka yang mengenakan seragam sekolah yang telah dimodifikasi menjadi lebih pendek dan ketat.
Banyak netizen menilai penampilan tersebut tidak mencerminkan etika sebagai pelajar, terlebih karena masih mengenakan atribut resmi sekolah yang membawa identitas institusi pendidikan.
Kritik pun bermunculan, menyoroti pentingnya menjaga citra dan menghormati seragam sekolah.
“Ekspresi boleh saja, tapi tolong hargai seragamnya. Itu masih ada logo sekolahnya, lho,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang memberikan pembelaan. Mereka menganggap aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi kebebasan anak muda dalam merayakan kelulusan, apalagi setelah melewati tekanan akademik selama bertahun-tahun.
Fenomena ini kembali membuka diskusi soal batasan dalam berekspresi di ruang digital, khususnya ketika melibatkan simbol atau identitas lembaga pendidikan.
Antara kebebasan berekspresi dan norma kesopanan, publik tampaknya masih memiliki pandangan yang beragam.
Untuk menghindari dampak lebih luas, pihak pengunggah video diketahui telah menyamarkan identitas sekolah.
Langkah ini diambil guna mencegah potensi perundungan terhadap para siswa maupun konsekuensi administratif dari pihak sekolah.
Hingga kini, video tersebut masih terus beredar dan menjadi bahan perdebatan hangat. Publik pun kembali diingatkan bahwa di era digital, setiap konten yang dibagikan bisa memiliki dampak besar, baik bagi individu maupun institusi yang terlibat.***
