Bogordaily.net – Insiden tragis akibat gigitan ular berbisa menggemparkan warga Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Selasa malam 12 Mei 2026.
Dua orang pemuda dilaporkan menjadi korban setelah dipatuk ular berbisa jenis weling saat sedang berinteraksi dengan reptil tersebut.
Peristiwa nahas itu menyebabkan satu korban berinisial UZS (21) meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya kini masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS UMMI.
Insiden tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah potongan video kejadian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, kedua pemuda itu tampak sedang bercanda sambil memainkan seekor ular bercorak belang hitam dan putih.
Tanpa menyadari tingkat bahaya reptil tersebut, keduanya terlihat memegang dan berinteraksi cukup dekat dengan ular yang belakangan diketahui merupakan ular weling, salah satu spesies ular paling mematikan di Indonesia.
Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi kepanikan setelah ular tersebut diduga mematuk kedua korban.
Akibat gigitan berbisa itu, kondisi korban memburuk dalam waktu relatif cepat hingga akhirnya salah satu korban dinyatakan meninggal dunia.
Pihak keluarga diketahui telah memakamkan jenazah UZS pada Rabu pagi 13 Mei 2026.
Sementara itu, perhatian medis kini terfokus pada upaya penyelamatan korban kedua yang masih menjalani penanganan intensif akibat efek racun ular berbisa tersebut.
Ular Weling Termasuk Ular Paling Mematikan di Indonesia
Ular yang menggigit kedua pemuda tersebut diidentifikasi sebagai ular weling atau Bungarus candidus.
Spesies ini dikenal sebagai salah satu ular dengan tingkat fatalitas tertinggi di Indonesia apabila korban terlambat mendapatkan penanganan medis.
Secara medis, tingkat kematian akibat gigitan ular weling disebut dapat mencapai 60 hingga 70 persen bila antibisa tidak segera diberikan kepada korban.
Bisa ular weling mengandung racun neurotoksin yang menyerang sistem saraf pusat manusia.
Jenis racun ini bekerja dengan cepat melumpuhkan fungsi saraf dan otot tubuh, bahkan disebut memiliki efek yang lebih mematikan dibandingkan racun ular kobra dalam beberapa kasus.
Yang membuat gigitan ular weling berbahaya adalah luka gigitannya sering kali tidak menimbulkan rasa sakit hebat pada awal kejadian.
Akibatnya, banyak korban terlambat menyadari bahwa racun telah menyebar ke seluruh tubuh.
Gejala Gigitan Ular Weling Bisa Berujung Gagal Napas
Secara medis, korban gigitan ular weling biasanya mengalami sejumlah gejala awal seperti mual, muntah, pusing, hingga kelopak mata terasa berat atau ptosis.
Jika racun terus menyebar tanpa penanganan cepat, kondisi korban dapat berkembang menjadi kelumpuhan otot secara menyeluruh.
Dampak paling fatal dari racun ular weling adalah lumpuhnya otot pernapasan yang dapat menyebabkan gagal napas dalam waktu 4 hingga 24 jam setelah gigitan terjadi.
Karena itu, korban gigitan ular weling harus segera mendapatkan penanganan medis darurat dan pemberian antibisa yang sesuai.
Ular weling sendiri merupakan hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Hewan ini memiliki ciri khas tubuh belang hitam putih yang cukup mencolok dan sering ditemukan di area lembap, semak-semak, hingga permukiman dekat persawahan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mencoba memegang, bermain, atau melakukan kontak langsung dengan ular liar jenis apa pun, terutama ular berbisa.
Selain itu, warga juga diminta lebih waspada saat beraktivitas pada malam hari di lingkungan yang rawan menjadi habitat reptil tersebut.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting mengenai bahaya ular berbisa dan pentingnya penanganan medis cepat apabila terjadi gigitan ular.(*)
