Bogordaily.net — Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menjalankan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama hampir 18 bulan. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat.
Keputusan tersebut diumumkan setelah Presiden menerima berbagai laporan hasil monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah sejak awal masa kepemimpinannya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa evaluasi tidak hanya menyentuh aspek teknis pelaksanaan di lapangan, tetapi juga mencakup kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan mutu makanan yang didistribusikan.
Menurut Prasetyo, sejumlah catatan ditemukan selama proses evaluasi berlangsung. Catatan tersebut menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan penyegaran kepemimpinan di BGN guna meningkatkan efektivitas program MBG ke depan.
“Kualitas makanan yang sudah ditetapkan standarnya oleh Badan Gizi Nasional harus dijaga secara konsisten. Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi yang dilakukan Presiden,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026).
Dalam keputusan tersebut, Presiden memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Pergantian dilakukan sebagai bagian dari langkah perbaikan dan penguatan kelembagaan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai target pemerintah.
Sebagai pengganti, pemerintah menunjuk Nanik Sudaryanti Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Trenggono.
Perombakan jajaran pimpinan ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, terutama dalam aspek pengawasan mutu makanan, tata kelola operasional, serta kepatuhan terhadap standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Karena itu, pemerintah menilai kualitas makanan dan efektivitas distribusi menjadi faktor krusial yang harus dijaga agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Dengan kepemimpinan baru di BGN, pemerintah berharap berbagai catatan yang muncul selama satu setengah tahun terakhir dapat segera diperbaiki sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.***
