Bogordaily.net – Warga Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan jasad seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di wilayah Desa Sipak.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman video penemuan korban beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, sejumlah warga tampak berada di lokasi sambil memeriksa kondisi korban yang ditemukan tergeletak di area rerumputan. Anak tersebut terlihat dalam posisi telungkup saat pertama kali ditemukan.
Kapolsek Jasinga, Agus Hidayat, membenarkan adanya penemuan jasad anak laki-laki tersebut. Korban diketahui berinisial MAS dan berusia 9 tahun berdasarkan keterangan keluarga.
“Betul, ada ditemukan mayat. Lokasi penemuannya di Desa Sipak, Jasinga. Korban usia 9 tahun, informasi dari keluarga usianya 9 tahun. Korban atas nama MAS,” kata Iptu Agus dikutip pada Senin, 8 Juni 2026.
Menurut informasi awal yang diterima kepolisian dari masyarakat, korban diduga menjadi korban serangan anjing yang digunakan dalam aktivitas perburuan babi hutan.
Namun demikian, polisi menegaskan informasi tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab pasti kematian korban.
“Informasi awal dari warga, korban lagi mancing, digigit anjing (pemburu babi). Ini kan baru informasi awalnya, baru diduga. Setelah anggota cek ke lokasi, memang betul ada mayat anak kecil,” tambahnya.
Korban dilaporkan ditemukan warga sekitar pada siang hari sebelum akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada aparat kepolisian.
“Tadi siang Jam 11.30 WIB ditemukan warga setempat. Jadi kan baru diduga ini meninggalnya digigit anjing, ya namanya masyarakat kan yang ngomong, untuk kepastiannya nanti kita setelah cari dan pemeriksaan saksi-saksi,” ucap Agus.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menemukan adanya luka pada bagian kepala korban. Meski demikian, aparat belum dapat memastikan penyebab luka tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“(Korban) Luka di kepala. Bentuk lukanya sih acak ya. Iya (bukan akibat sajam), kalau pada saat di TKP, ketika kita datang memang tidak ditemukan, tidak ada (anjingnya), Saya juga sudah koordinasi dengan Kasat PPA/PPO, dengan Kasat Reskrim, saya juga sudah laporkan kejadian ini ke Kapolres. Jadi saat ini masih tahapan proses pemeriksaan dulu saksi-saksi, masih penyelidikan,” jelasnya.
Saat ini kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai keterangan untuk mengungkap kronologi serta penyebab pasti kematian korban.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan yang sedang dilakukan aparat.***
