HomeKabupaten BogorDEN IPB Perkuat Ketahanan Energi dan Pertanian Nasional di Tengah Gejolak Global

DEN IPB Perkuat Ketahanan Energi dan Pertanian Nasional di Tengah Gejolak Global

Bogordaily.net – Dewan Energi Nasional (DEN) terus berupaya untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk antara dunia energi dan riset pertanian.

Hal tersebut dilakukan melalui Sarasehan Energi bertajuk “Transisi Energi dalam Memitigasi Konflik Global” yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional (DEN) bersama IPB University di Bogor, Rabu 10 Juni 2026.

Dalam forum tersebut, Anggota DEN Satya Widya Yudha mengungkapkan bahwa Indeks Ketahanan Energi Indonesia tahun 2025 mencapai skor 7,13 atau berada pada kategori “Tahan”, meningkat 0,39 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan bauran energi baru terbarukan (EBT) yang konsisten serta penurunan impor bahan bakar minyak.

Menurut Satya, capaian tersebut juga tidak lepas dari kontribusi riset dan inovasi yang dikembangkan IPB, khususnya dalam mendukung implementasi program Biodiesel 40 persen (B40).

“Dengan dukungan penelitian yang berkelanjutan, indeks ketahanan energi nasional diharapkan terus meningkat hingga mencapai kategori tertinggi, yakni sangat tahan,” kata Satya.

Lebih lanjut, Satya menjelaskan bahwa pemerintah saat ini menjalankan strategi menuju kedaulatan energi melalui tiga pilar utama, yakni kemandirian energi, ketahanan energi, dan swasembada energi.

“Pada aspek kemandirian energi, pemerintah menargetkan penghentian impor solar dan avtur pada 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan penghentian impor bensin RON 92, 95, dan 98 pada 2028,” jelasnya.

Sementara itu, penguatan ketahanan energi dilakukan melalui peningkatan cadangan energi nasional dari sekitar 18–21 hari menjadi minimal 30 hari, serta percepatan implementasi mandatori bioetanol guna menekan ketergantungan terhadap impor bensin.

Adapun upaya mencapai swasembada energi dilakukan melalui peningkatan lifting minyak dan gas bumi, percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai substitusi LPG, serta penambahan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan.

Untuk mendukung berbagai target tersebut, Satya menilai peran perguruan tinggi menjadi semakin strategis.

Ia berharap IPB terus memperkuat riset terkait biodiesel dan bioetanol, termasuk kajian mengenai infrastruktur penyimpanan, sistem logistik, serta optimalisasi bahan baku bioetanol berbasis sumber daya hayati tropis.

Kemudian, sinergi antara sektor energi dan pertanian juga menjadi perhatian Sekretaris Jenderal DEN Dadan Kusdiana. Dalam sambutannya, Dadan menyebutkan bahwa kedua sektor memiliki hubungan yang saling menguatkan dan tidak dapat dipisahkan dalam mendukung pembangunan nasional.

Dadan menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai penyedia energi melalui pemanfaatan biomassa, biogas, biofuel, serta penerapan sistem pertanian rendah emisi.

Sebaliknya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian juga sangat bergantung pada ketersediaan energi yang andal dan terjangkau, terutama gas bumi yang berperan sebagai bahan baku sekaligus sumber energi utama dalam produksi pupuk.

“Penguatan sinergi antara kedua sektor ini mutlak diperlukan demi mewujudkan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pembangunan berkelanjutan secara simultan,” ujar Dadan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur IPB Heti Mulyati, menegaskan komitmen IPB dalam mendukung agenda transisi energi nasional melalui penguatan riset dan inovasi.

Menurut Heti, IPB secara konsisten mengembangkan berbagai penelitian multidisiplin yang berfokus pada biomassa, bioenergi, biomaterial, serta teknologi proses pengelolaan energi berbasis sumber daya hayati.

Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi penguatan ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia di masa mendatang.

Sarasehan Energi DEN-IPB turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Anggota DEN Mohamad Fadhil Hasan, Vice President Commercial & Shipping Business Development PT Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan, Dekan Sekolah Bisnis IPB Noer Azam Achsani, serta Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi IPB Meika Syahbana Rusli.

Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DEN Johni Jonatan Numberi, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono, serta civitas akademika dan peserta dari berbagai institusi di wilayah Bogor dan sekitarnya.

(Albin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here