Bogordaily.net – Dewan Pendidikan Kota Bogor melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Bogor guna melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Tahun Ajaran 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas sejumlah keluhan yang diterima Dewan Pendidikan dari masyarakat terkait dinamika proses seleksi di lapangan.
Sekolah Maung (Manusia Unggul) sendiri merupakan program pendidikan unggulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. SMAN 1 Bogor menjadi salah satu sekolah di Kota Bogor yang ditunjuk untuk mengimplementasikan program unggulan tersebut, sehingga pelaksanaan SPMB di sekolah ini mendapat perhatian khusus.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (8/6) ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Bogor, Dudih Syiaruddin, S.Sos., M.M. Pihaknya berfokus untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi mengenai proses penilaian SPMB Sekolah Maung tersebut, khususnya pada Jalur Prestasi Non-Akademik.
Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat keluhan mengenai beberapa calon peserta didik yang nilai akumulasinya berkurang, sehingga yang awalnya masuk dalam kuota penerimaan tetapi akhirnya tercoret. Selain itu, proses pengakuan dan verifikasi sertifikat kejuaraan tingkat internasional, Asia, maupun nasional juga menjadi poin penting yang dikonfirmasikan dalam monitoring ini.
Menanggapi hal tersebut, pihak panitia SPMB SMAN 1 Bogor memberikan penjelasan secara terperinci. Pihak sekolah yang disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Bogor menegaskan bahwa tidak ada pengurangan nilai secara sepihak, melainkan merupakan hasil verifikasi faktual dengan menyesuaikan petunjuk teknis (juknis) sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat mengenai SPMB Sekolah Maung.
Proses seleksi ini telah melewati tahapan krusial hingga pengumuman resmi murid yang diterima dilakukan pada tanggal 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.
Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Bogor, Dudih Syiaruddin, menyampaikan bahwa hasil monitoring dan evaluasi ini menunjukkan proses seleksi yang berjalan memang belum sepenuhnya sempurna. Kendati demikian, seluruh temuan di lapangan ini akan menjadi dasar rekomendasi dari Dewan Pendidikan untuk perbaikan sistem di tahun mendatang.
“Catatan-catatan evaluasi ini akan kami susun secara komprehensif sebagai dasar rekomendasi dari Dewan Pendidikan Kota Bogor kepada pihak-pihak terkait, demi perbaikan dan penyempurnaan sistem seleksi pada tahun-tahun mendatang,” ujar Dudih.
Kegiatan yang dilakukan oleh Dewan Pendidikan Kota Bogor ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi lembaga yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai lembaga mandiri, Dewan Pendidikan memiliki mandat regulasi untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat, melakukan pengawasan (controlling), serta memberikan pertimbangan dan rekomendasi demi tegaknya transparansi di sektor pendidikan.
Di samping membahas dinamika SPMB, dalam kunjungan tersebut Dewan Pendidikan juga mendapatkan informasi mendalam mengenai visi dan misi SMAN 1 Bogor selaku Sekolah Maung ke depannya.
Dewan Pendidikan berharap apa yang telah direncanakan oleh pihak sekolah dapat terwujud dengan baik, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi pembangunan di Kota Bogor untuk masa yang akan datang.***
