HomeKota BogorDirektur RSUD Bakti Pajajaran Hadiri Review Komitmen Pelayanan Kesehatan Tahun 2026

Direktur RSUD Bakti Pajajaran Hadiri Review Komitmen Pelayanan Kesehatan Tahun 2026

Bogordaily.net – Direktur RSUD Bakti Pajajaran, Yukie Meistisia, A. Satoto, menghadiri kegiatan Review Komitmen Pelayanan Kesehatan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Cibinong di Ballroom Horison Ultima Sayaga Cibinong, pada Rabu 17 Juni 2026.

Adapun, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan mitra.

Tentunya dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat serta mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Pada kegiatan ini RSUD Bakti Pajajaran memperoleh juara Timeliness and commitment award dari BPJS Kesehatan KCU Cibinong,” ujar Yukie, Kamis 18 Juni 2026.

Menurutnya, RSUD Bakti Pajajaran terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bogor melalui kolaborasi dan peningkatan mutu layanan yang berkelanjutan.

Sementara itu, RSUD Bakti Pajajaran Cibinong akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada pasien, termasuk selama bulan Juni 2026.

Direktur RSUD Bakti Pajajaran Cibinong, Yukie Meistisia Ananda Putri Satoto berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga keseimbangan gizi.

Jajaran direksi dan staf RSUD Bakti Pajajaran Cibinong terus berupaya memaksimalkan pelayanan terhadap pasien.

Salah satunya melalui program “CAGEUR” atau RSUD Cibinong Gancang Ngubaran Dulur, yang merupakan layanan rujukan, telemedicine dan home care yang dimiliki oleh RSUD Bakti Pajajaran juga dihadirkan sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat.

Serta mendukung pemerataan pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Dokter Yukie menyebut layanan CAGEUR sudah berbasis aplikasi yang bisa diunduh oleh masyarakat di www.cageur.rsudcibinong.com .

Di dalamnya terdapat layanan tele konsultasi, perawatan di rumah, farmasi, pelayanan nutrisi, pelayanan paliatif, asisten medis, evakuasi medis, tim medis gawat darurat, dan mini ICU.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan layanan pre Hospital, Hospital Without Wall, sebagai upaya mempermudah akses pelayanan langsung kepada masyarakat.

(Albin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here