HomeEkonomiDony Oskaria hingga Kaesang Pangarep Jadi Pemegang Saham RANS, Raffi Ahmad Tetap...

Dony Oskaria hingga Kaesang Pangarep Jadi Pemegang Saham RANS, Raffi Ahmad Tetap Pengendali Jelang IPO

Bogordaily.net – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mengungkap susunan pemegang sahamnya menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Menariknya, selain pendiri perusahaan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, terdapat sejumlah nama publik figur hingga tokoh bisnis nasional yang tercatat memiliki kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Informasi tersebut terungkap dalam prospektus IPO RANS yang menunjukkan komposisi pemegang saham sebelum perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kehadiran sejumlah nama besar dalam daftar pemegang saham pun menjadi perhatian pasar, mengingat RANS merupakan salah satu perusahaan media dan hiburan yang memiliki basis audiens besar di Indonesia.

Dony Oskaria Kantongi Lebih dari 345 Juta Saham

Salah satu nama yang tercatat sebagai pemegang saham adalah Dony Oskaria. Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara itu diketahui memiliki 345,25 juta saham atau setara 3,42 persen dari total saham perseroan sebelum IPO.

Setelah proses penawaran umum perdana selesai dilaksanakan, kepemilikan saham Dony diperkirakan mengalami dilusi menjadi sekitar 2,74 persen.

Kaesang Pangarep Masuk Daftar Investor RANS

Nama lain yang turut menjadi sorotan adalah Kaesang Pangarep. Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut tercatat memiliki 115,25 juta saham atau sekitar 1,14 persen dari total saham perusahaan sebelum IPO.

Seiring bertambahnya jumlah saham beredar setelah penawaran umum, porsi kepemilikan Kaesang diperkirakan turun menjadi sekitar 0,91 persen.

Keterlibatan Kaesang dalam struktur pemegang saham RANS menunjukkan ketertarikannya terhadap sektor media, hiburan, dan bisnis digital yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat di Indonesia.

Selain Dony Oskaria dan Kaesang Pangarep, beberapa investor individu juga tercatat memiliki saham di RANS.

Mereka antara lain Soultan Ariq Rachman, Sutanto Hartono, dan Hikmat Janika. Setelah IPO berlangsung, masing-masing diperkirakan akan menguasai sekitar 2,74 persen, 1,14 persen, dan 0,68 persen saham perusahaan.

Kehadiran sejumlah investor tersebut memperlihatkan dukungan dari berbagai kalangan terhadap prospek bisnis yang dijalankan RANS.

Raffi Ahmad Tetap Jadi Pemegang Saham Pengendali

Meski kepemilikan saham akan terdilusi setelah IPO, posisi Raffi Ahmad sebagai pemegang saham pengendali tetap tidak tergoyahkan.

Raffi tercatat menguasai sekitar 7,93 miliar saham atau setara 62,93 persen dari total saham perseroan setelah IPO. Porsi tersebut menjadikannya tetap sebagai pihak yang memiliki kendali mayoritas atas arah bisnis dan kebijakan perusahaan.

Sementara itu, Nagita Slavina Mariana Tengker memiliki sekitar 124,75 juta saham atau setara 0,99 persen dari total saham perusahaan setelah IPO.

Keduanya tetap menjadi figur sentral dalam pengembangan bisnis RANS yang selama ini berkembang dari perusahaan media digital menjadi grup usaha hiburan yang lebih luas.

Selain investor individu, sejumlah investor institusi juga memiliki kepemilikan signifikan di RANS.

PT Indonesia Entertainment Grup tercatat menguasai 911,5 juta saham atau sekitar 7,23 persen dari total saham perseroan. Sementara PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi memiliki 76,75 juta saham atau sekitar 0,61 persen.

Kehadiran investor institusi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan dalam menghadapi ekspansi bisnis ke depan.

Target Himpun Dana hingga Rp429 Miliar

Dalam aksi korporasi ini, RANS berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan harga penawaran awal (bookbuilding) pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham.

Dengan rentang harga tersebut, perusahaan berpotensi meraup dana segar dari publik antara Rp340,87 miliar hingga Rp429,25 miliar. Dana hasil IPO tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat modal kerja, mendukung pengembangan bisnis, serta memperluas ekosistem usaha yang dimiliki perusahaan.

Jika harga saham ditetapkan pada batas bawah yakni Rp135 per saham, nilai kapitalisasi pasar RANS setelah IPO diperkirakan mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

Sementara apabila harga penawaran berada pada batas atas Rp170 per saham, kapitalisasi pasar perseroan berpotensi meningkat hingga sekitar Rp2,14 triliun.

Nilai tersebut menempatkan RANS sebagai salah satu emiten sektor media dan hiburan yang cukup diperhitungkan di pasar modal Indonesia.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here