Bogordaily.net – Di tengah tren meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, D’Talas menghadirkan inovasi kuliner berbasis tepung talas yang dikombinasikan dengan berbagai menu modern ala Barat.
Restoran yang berlokasi di Kota Bogor ini menawarkan beragam produk mulai dari pizza, churros, siomay, hingga kukis yang seluruhnya menggunakan tepung talas sebagai bahan utama.
Owner D’Talas, Iren, mengatakan ide tersebut berawal dari pengalaman perusahaannya sebagai produsen tepung talas yang telah berhasil menembus pasar internasional.
Menurutnya, tepung talas memiliki potensi besar karena mengandung serat tinggi hingga 14,45 persen dan mampu menggantikan fungsi tepung terigu dengan perbandingan 1:1.
“Setelah kami mempromosikan tepung talas ke luar negeri, kami semakin menyadari potensinya luar biasa. Saat ini hampir tidak ada tepung non-sereal lain yang memiliki kandungan serat tinggi dan dapat menggantikan tepung terigu secara langsung dengan rasio satu banding satu,” ujar Iren saat ditemui, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan, konsep restoran tersebut lahir dari keinginan untuk memadukan kekayaan pangan tropis Indonesia dengan tren kuliner modern yang saat ini didominasi makanan Western.
Melalui pendekatan tersebut, D’Talas berupaya mengubah citra makanan Barat yang sering dianggap sebagai junk food menjadi pilihan yang lebih sehat.
Untuk menjaga kualitas kesehatan produknya, D’Talas menggunakan adonan pizza yang 100 persen berbahan tepung talas tinggi serat.
Tidak hanya itu, bahan pelengkap seperti sosis juga diproduksi sendiri tanpa tambahan pengawet maupun bahan kimia berbahaya.
“Kami ingin memastikan seluruh bahan yang dikonsumsi pelanggan aman dan sehat. Karena itu sosis yang kami gunakan dibuat sendiri dengan kandungan daging ayam lebih dari 80 persen, dicampur pati talas dan bumbu alami tanpa tambahan lemak maupun kulit ayam,” jelasnya.
Selain menyediakan menu gluten-free bagi konsumen yang memiliki intoleransi gluten, D’Talas juga menawarkan pilihan low gluten, vegan, dan dairy-free untuk memenuhi berbagai kebutuhan pola makan sehat masyarakat.
Salah satu menu unik yang menjadi andalan adalah pizza dengan topping peuyeum atau tape singkong.
Menurut Iren, menu tersebut tidak hanya menawarkan cita rasa berbeda, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai manfaat pangan fermentasi lokal yang kaya probiotik.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa peuyeum merupakan salah satu pangan fermentasi yang sangat bernilai. Saat dipadukan dengan tepung talas, rasanya menyatu dengan baik dan menghasilkan kombinasi yang unik,” katanya.
Iren menambahkan, tepung talas memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan tepung lainnya. Selain bebas gluten dan tinggi serat, tepung ini juga mengandung berbagai senyawa bioaktif, polifenol, serta mikronutrien penting seperti zinc, magnesium, kalsium, vitamin D, dan kolin.
Menurutnya, rendahnya konsumsi serat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya berbagai penyakit degeneratif di masyarakat modern. Karena itu, pemanfaatan tepung talas diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pangan sehat yang mendukung kesehatan pencernaan dan kualitas hidup masyarakat.
Untuk bahan baku, D’Talas menggunakan varietas Talas Belitung atau yang dikenal dengan berbagai nama daerah seperti talas kimpul, kimbul, maupun mbote.
Jenis talas ini dipilih karena memiliki karakteristik yang baik untuk diolah menjadi tepung serta dapat dibudidayakan secara alami tanpa ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida.
Saat ini D’Talas menjual tepung talas kemasan 500 gram seharga Rp28 ribu dan kemasan 1 kilogram seharga Rp53 ribu. Sementara produk makanan siap saji seperti pizza dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp60 ribu per porsi, sedangkan kukis dijual mulai dari kisaran Rp50 ribuan.
Di pasar internasional, produk tepung talas D’Talas telah berhasil diekspor ke Oman. Sementara produk olahan seperti kukis telah menjangkau konsumen di Singapura dan Malaysia.
Ke depan, perusahaan tersebut optimistis peluang ekspor akan terus berkembang seiring meningkatnya tren konsumsi pangan sehat dan kebutuhan akan bahan pangan tinggi serat di berbagai negara.
(Fikri)
