Bogordaily.net – Dewan Pendidikan Kota Bogor kian mengintensifkan aktivitas pengawasannya dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh tahapan SPMB di setiap jenjang sekolah berjalan dengan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan tersebut, Dewan Pendidikan Kota Bogor melakukan kunjungan kerja ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor pada Kamis, 11 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung proses verifikasi data kependudukan calon peserta didik yang kerap menjadi sorotan masyarakat.
Krusialnya Peran Disdukcapil dalam Jalur Domisili
Pada SPMB tahun ini, Disdukcapil memegang peran krusial, khususnya bagi pendaftar tingkat SMP yang memilih jalur domisili. Tugas utama Disdukcapil meliputi:
– Memverifikasi validitas Nomor Kartu Keluarga (KK) calon siswa.
– Memilah masa berlaku KK, yaitu memisahkan antara kartu keluarga yang usia penerbitannya sudah lebih dari 1 tahun dengan yang masih di bawah 1 tahun.
Mengingat pentingnya tahapan ini, Dewan Pendidikan Kota Bogor memandang perlu untuk mendapatkan penjelasan mendalam mengenai alur kerja Disdukcapil.
Langkah proaktif ini diambil menyusul adanya sejumlah keluhan warga yang masuk ke meja Dewan Pendidikan terkait kendala data tidak terverifikasi serta lamanya proses antrean verifikasi.
Respons Disdukcapil: Tantangan Volume Data dan Layanan Helpdesk
Kehadiran Dewan Pendidikan disambut langsung oleh Sekretaris Dinas beserta tim teknis verifikasi Disdukcapil Kota Bogor. Dalam pertemuan tersebut, pihak dinas memberikan klarifikasi mendetail mengenai kendala lapangan yang dihadapi.
Faktor Penyebab Antrean Verifikasi:
– Volume Pendaftar yang Masif: Tim verifikator harus memeriksa hampir 14.000 data pendaftar.
– Prinsip Kehati-hatian: Proses verifikasi dilakukan secara manual satu per satu (one by one) demi menjaga validitas data.
– Perbaikan Dokumen: Jika ditemukan dokumen yang tidak lengkap atau memerlukan koreksi, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada pendaftar untuk segera melakukan perbaikan.
Untuk mengantisipasi kendala teknis dan menjembatani kesulitan warga, Disdukcapil Kota Bogor juga telah menyiagakan layanan Helpdesk khusus yang siap menerima keluhan serta memandu para pendaftar yang membutuhkan bantuan.
Pihak Disdukcapil pun mengapresiasi kunjungan ini. Bagi mereka, kehadiran Dewan Pendidikan merupakan saluran strategis yang efektif untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai realita dan prosedur verifikasi data kependudukan pada SPMB 2026.
Berdasarkan pantauan langsung dan konfirmasi data di lokasi, Dewan Pendidikan mencatat bahwa proses krusial ini telah mendekati babak akhir, di mana data yang mengantre untuk diverifikasi kini hanya tersisa sekitar 70-an pendaftar.
Dewan Pendidikan: Verifikasi Transparan, Prioritaskan Pemerataan Akses
Menanggapi hasil kunjungan dan pemaparan tersebut, perwakilan Dewan Pendidikan Kota Bogor, Bisma Widyawan, S.I.P., M.B.A., M.Si., memberikan apresiasi atas kinerja keras jajaran Disdukcapil. Menurutnya, proses yang berjalan sudah berada di jalur yang benar.
“Apa yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor menunjukkan proses verifikasi yang sangat transparan dan penuh kehati-hatian. Dengan jumlah pendaftar yang sangat banyak, situasi ini memang menuntut kesabaran dari pihak orang tua atau pendaftar. Namun pada akhirnya, kita bisa melihat bahwa proses verifikasi ini telah berlangsung dengan baik,” ujar Bisma.
Ia juga menegaskan komitmen lembaga ke depan demi kemajuan dunia pendidikan di Kota Hujan.
“Bagi Dewan Pendidikan, yang paling penting adalah bagaimana akses dan pemerataan pendidikan di Kota Bogor dapat terus ditingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun,” pungkasnya.***
