Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor melakukan penanaman 544 pohon secara serentak di seluruh wilayah Kota Bogor dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di TPS3R Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, sebagai lokasi pembukaan gerakan penanaman pohon tersebut.
Sebanyak 544 pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, mulai dari pohon pelindung hingga pohon buah.
Penanaman dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan daya dukung alam di tengah ancaman perubahan iklim yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan HJB ke-544, tetapi juga merupakan upaya nyata menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kota Bogor.
“Hari ini kita menanam 544 pohon, baik pohon pelindung maupun pohon buah kegiatan ini dilakukan serentak se-Kota Bogor dan titik utamanya berada di TPS3R Mekarwangi ini dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus HJB ke-544,” ujarnya.
Menurut Dedie, langkah tersebut menjadi penting setelah adanya informasi dari BMKG terkait potensi fenomena iklim yang dapat memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia dalam beberapa waktu mendatang.
“BMKG sudah merilis informasi terkait iklim, di mana mulai Juni 2026 sampai Februari-Maret 2027 diperkirakan akan terjadi El Nino dan La Nina yang akan mengakibatkan kemarau kering yang cukup panjang. Salah satu upaya kita adalah menjaga ketersediaan air, baik dari mata air maupun air permukaan,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan pohon memiliki peran penting dalam menjaga resapan air dan melestarikan sumber-sumber air baku.
Karena itu, gerakan penanaman pohon harus terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan menjaga keseimbangan lingkungan.
“Salah satu cara melestarikan alam adalah dengan menanam pohon. Hilangnya sumber-sumber air baku bisa jadi karena mata airnya sudah tidak lagi lestari akibat pohon-pohonnya ditebang”lanjutnya
Selain itu kegiatan ini merupakan langkah bersama Pemkot Bogor sebagai ikhtiar untuk melestarikan alam dan menjaga keseimbangan pasokan air kedepannya
“Ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk melestarikan alam dan menjaga keberlangsungan sumber daya air untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Melalui gerakan penanaman 544 pohon ini, Pemerintah Kota Bogor berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat serta mampu mendorong partisipasi aktif dalam upaya pelestarian alam di seluruh wilayah Kota Bogor.***
