Bogordaily.net– Rencana penutupan total pelintasan sebidang kereta api di Kota Bogor yang sempat menjadi pembahasan akhirnya dipastikan tidak akan dilaksanakan.
Sebagai solusi, pemerintah akan membangun fasilitas penyeberangan berupa flyover atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dapat digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jaenal Mutaqin, mengatakan bahwa skema tersebut dipilih untuk tetap menjaga aksesibilitas masyarakat sekaligus meningkatkan aspek keselamatan di kawasan pelintasan kereta api.
“Rencana penutupan total itu tidak jadi dilaksanakan sebagai gantinya, di sana akan dibangunkan flyover atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang didesain khusus agar bisa diakses oleh pejalan kaki dan sepeda motor namun, untuk mobil atau kendaraan roda empat memang tidak bisa lewat,” ujar Jaenal Mutaqin.
Menurutnya, perubahan skema tersebut merupakan hasil kajian dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait guna mencari solusi yang paling memungkinkan bagi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keselamatan perjalanan kereta api.
Selain membahas penataan pelintasan sebidang, Jaenal juga memastikan bahwa proyek flyover di Jalan M.A Salmun.
Salmun telah mendapatkan kepastian pembangunan dari pemerintah pusat. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
“Untuk Jalan M.A. Salmun itu sudah dipastikan tahun depan, 2027, dibangun oleh pemerintah pusat,” katanya.
Pembangunan flyover M.A. Salmun diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengurai kemacetan lalu lintas di pusat Kota Bogor.
Keberadaan infrastruktur tersebut juga diyakini mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
Pemerintah Kota Bogor saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memastikan seluruh tahapan perencanaan maupun pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan adanya kepastian pembangunan flyover M.A. Salmun serta penataan pelintasan sebidang yang lebih aman, diharapkan sistem transportasi di Kota Bogor dapat semakin tertata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Fikri)
