Bogordaily.net – Satuan Tugas (Satgas) Pelajar Kota Bogor menilai, kasus kekerasan yang terjadi di wilayah Ciheuleut, Bogor Timur, tidak lepas dari peran serta alumni.
Ketua Harian Satgas Pelajar Kota Bogor, Iqbal, menjelaskan bahwa video viral di sosial media yang memperlihatkan kekerasan pelajar bukanlah masalah konflik antara dua sekolah berbeda.
Iqbla menduga itu adalah proses penkaderan siswa dari para senior untuk juniornya di SMK tempar mereka belajar.
“Tempat di Ciheuleut itu memang sering dijadikan basis mereka nongkrong semacam bascamp mereka,” kata Ketua Harian Satgas Pelajar Kota Bogor, Iqbal, kepada Bogordaily.net, Jumat 5 Juni 2026.
Ia menilai harus ada tindakan tegas memutus mata rantai antara pihak sekolah dengan para alumni tersebut.
“Info yang saya dapat kejadian kemarin itu (Ciheuleut) ada peran alumni yang baru lulus tahun kemarin,” jelasnya
Oleh karena itu, kata Iqbal, pihaknya membutuhkan peran serta semua pihak untuk mencegah hal serupa terjadi.
Masyarakat bisa langsung melaporkan ke petugas apabila menemukan atau melihat anak-anak sekolah nongkrong dan gerak gerik mereka mencurigakan.
“Kita tidak bisa sendirian, harus ada peran masyarakat juga dan semua pihak yang berwenang,” tutup Iqbal.
Sebelumnya diberitakan, Beredar video di sosial media instagram yang memperlihatkan seorang siswa mendapatkan pengeroyokan di wilayah Ciheleut, Bogor Timur, Kota Bogor.
Rekaman video yang beredar luas memicu keprihatinan masyarakat. Banyak warganet mengecam tindakan kekerasan yang diduga melibatkan sejumlah pelajar terhadap seorang siswa yang menjadi korban.
Dalam video yang beredar di media sosial, korban terlihat sudah tergeletak di tanah dan dikelilingi beberapa pelaku.
Korban mengalami kekerasan fisik secara bergantian hingga terdengar mengerang kesakitan.
Video viral tersebut mencuri banyak perhatian para pengguna sosial media instagram. Banyak para warganet yang meminta agar pelaku segera ditangkap.
Tidak sedikit pula yang meminta pihak berwenang segera mengusut tuntas kejadian tersebut guna mencegah kasus serupa terulang kembali.(Muhammad Irfan Ramadan)
