Bogordaily.net — Upaya mengurangi limah sekaligus menumbuhkan kreativitas pelajar dilakukan SMAN 4 Bogor melalui kegiatan Panen Karya Kokurikuler yang digelar pada Senin (15/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan berbagai karya hasil daur ulang benda usang menjadi produk bernilai seni dan fungsional.
Program ini menjadi bagian dari pembelajaran kokurikuler yang bertujuan memperkuat karakter siswa melalui praktik langsung.
Salah satu fokus kegiatan adalah mengurangi limbah fashion dengan mengubah barang-barang yang tidak lagi terpakai menjadi karya kreatif.
Beragam hasil karya dipamerkan dalam acara tersebut, mulai dari lukisan bertema satwa, keindahan alam, hingga kehidupan perkotaan.
Selain itu, siswa juga menampilkan produk fesyen hasil kreasi sendiri, seperti pakaian, celana, tas, sepatu, hingga topi yang dibuat dari material daur ulang maupun barang bekas yang dimodifikasi.
Panen Karya Kokurikuler merupakan puncak dari rangkaian proses pembelajaran di luar mata pelajaran inti, termasuk proyek penguatan profil pelajar.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan, serta pemahaman yang diperoleh selama proses belajar kepada warga sekolah dan masyarakat.
Rangkaian acara dibuka dengan penampilan flashmob yang dilanjutkan fashion show kreatif. Peragaan busana tersebut dipadukan dengan penampilan vokal siswa, menciptakan suasana meriah sekaligus menjadi sarana promosi karya yang telah dihasilkan.
Para model yang terdiri dari siswa tampil dalam empat kelompok, masing-masing beranggotakan lima hingga tujuh orang dan didampingi empat penyanyi.
Selama peragaan berlangsung, pembawa acara menjelaskan proses pembuatan hingga latar belakang setiap karya yang ditampilkan.
Tidak hanya menjadi ajang pamer karya, kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan rasa percaya diri.
Setelah sesi fashion show berakhir, seluruh peserta kembali tampil dalam pertunjukan tari kolaboratif yang dipadukan dengan sesi penutupan dan flashmob bersama.
Usai acara, para siswa dan tamu yang hadir berkesempatan mengunjungi ruang pameran untuk melihat lebih dekat berbagai hasil karya yang telah dibuat.
Melalui kegiatan ini, SMAN 4 Bogor menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, kepedulian lingkungan, dan kreativitas generasi muda.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan, langkah sederhana mengolah benda usang menjadi produk bernilai menjadi contoh nyata penerapan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan tantangan masa depan.***
