Bogordaily.net – Polresta Bogor Kota menegaskan komitmennya untuk memberantas berbagai faktor yang menjadi pemicu tindak kriminal, khususnya tawuran, minuman keras (miras), obat-obatan terlarang, dan narkotika di wilayah Kota Bogor.
Hal itu disampaikan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro usai memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.
Rio menegaskan, Polresta Bogor Kota akan terus mendukung dan mengamankan seluruh program serta visi-misi Pemerintah Kota Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota.
“Target polisi adalah mengamankan visi-misi dari Bapak Wali Kota bersama Bapak Wakil Wali Kota. Apa pun visi-misi dari Pemerintah Kota, kami wajib mengamankan kegiatan tersebut,” ujar Rio Wahyu Anggoro.
Selain mendukung pembangunan daerah, Polresta Bogor Kota juga memprioritaskan pemberantasan faktor-faktor kriminogen yang kerap menjadi pemicu aksi kriminalitas, terutama tawuran antarpemuda.
Menurut Rio, peredaran minuman keras, obat-obatan terlarang seperti Tramadol, hingga narkotika menjadi perhatian serius kepolisian dan akan ditindak secara tegas.
“Kami akan menyikat faktor-faktor kriminogen, yaitu faktor-faktor penyebab terjadinya tawuran, seperti miras, obat-obat terlarang ataupun narkotika,” tegasnya.
Rio juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan apabila menemukan praktik penjualan miras maupun obat-obatan terlarang.
Ia bahkan membuka akses pengaduan langsung kepada dirinya agar setiap informasi dapat segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polresta Bogor Kota.
“Kami minta masukan dari seluruh masyarakat. Apabila ada penjualan miras atau obat-obat Tramadol, silakan langsung WhatsApp ke saya. Sehingga kami bisa melakukan penindakan,” katanya.
Meski demikian, Rio menegaskan pendekatan kepolisian tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum.
Polresta Bogor Kota juga akan mengedepankan langkah preventif melalui edukasi, pembinaan, dan pendekatan kepada masyarakat guna mencegah munculnya tindak kriminal sejak dini.
“Tentunya kami juga melakukan soft approach berupa pencegahan dan pembinaan-pembinaan,” pungkasnya.
(Fikri)
