HomeKabupaten BogorLiburan Akhir Tahun Ajaran 2025/2026 Berakhir, Santri dan Santriwati Kembali Ke Pesantren

Liburan Akhir Tahun Ajaran 2025/2026 Berakhir, Santri dan Santriwati Kembali Ke Pesantren

Bogordaily.net – Sabtu dan Ahad, 26–27 Muharram 1448/11–12 Juli 2026, Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PM.UQI) Leuwiliang kembali hidup setelah beberapa pekan ditinggal para penghuninya berlibur.

Para santri berdatangan dari berbagai daerah menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 santri putra tiba pada hari Sabtu, disusul santri putri keesokan harinya. Kedatangan kali ini terasa istimewa karena dibarengi dengan pembagian rapor akhir semester tahun ajaran 2025/2026 kepada para wali santri.

Layanan kedatangan dibuka sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Bagian pengasuhan, terutama para wali kamar, telah bersiaga menyambut anak-anak asuhnya. Santri yang tiba langsung melapor, mencatatkan kedatangannya, lalu menata kembali barang-barang di kamar masing-masing. Bagi para wali kamar, hari ini sekaligus menjadi momen memeriksa keadaan anak asuhnya satu per satu setelah sekian pekan berpisah.

Pagi hari suasana masih lengang. Namun memasuki siang hingga malam, arus kedatangan meningkat pesat. Kendaraan para wali santri silih berganti memasuki area pondok hingga jalur menuju pesantren sempat tersendat oleh kepadatan. Meski demikian, rangkaian penyambutan tetap berjalan tertib hingga penghujung hari.

Sementara para santri kembali ke asrama, para wali santri dipersilakan menuju kelas putra-putrinya. Di sanalah rapor hasil belajar satu semester diserahkan langsung oleh wali kelas kepada wali santri. Penyerahan per kelas ini menjadi ruang perjumpaan antara orang tua dan guru: keduanya duduk bersama membincangkan perkembangan santri, capaian yang patut disyukuri, sekaligus catatan yang perlu dibenahi pada semester mendatang.

“Alhamdulillah, kami bisa mengantar anak sekaligus mengambil rapor dalam satu perjalanan. Kami juga jadi bisa bertemu langsung dengan wali kelas dan bertanya banyak hal tentang perkembangan anak kami di pondok,” ujar salah seorang wali santri yang datang mengantar putranya.

Pondok menetapkan batas kedatangan sesuai hari masing-masing: Sabtu, 11 Juli untuk santri putra dan Ahad, 12 Juli untuk santri putri. Santri yang terlambat akan dikenai sanksi yang dihitung dari lamanya keterlambatan — setiap hari keterlambatan dihitung satu sak semen. Santri yang terlambat sepekan, misalnya, membawa tujuh sak semen ke pondok. Sanksi ini bukan sekadar hukuman, melainkan pendidikan disiplin yang buahnya kembali kepada santri sendiri: semen-semen itu menjadi saham mereka dalam pembangunan pondok.

Kedisiplinan datang tepat waktu memang menjadi perhatian pondok sejak lama. Pendiri PM.UQI, almarhum KH. Helmy Abdul Mubin, Lc., semasa hidupnya kerap menitipkan pesan yang hingga kini terus dikenang keluarga besar pondok, “Semoga ketaatan anak-anakku yang datang tepat waktu ke pesantren menjadi berkah buat anak-anakku.”

Dengan kembalinya seluruh santri, roda kehidupan pondok kembali berputar penuh. Kegiatan pendidikan dan pengajaran akan dimulai pada Senin, 28 Muharram 1448/13 Juli 2026, ditandai dengan apel pagi bersama Pimpinan Pondok. Harapannya, semangat yang dibawa dari rumah menjadi bekal para santri menjalani tahun ajaran baru dengan lebih sungguh-sungguh, meneguhkan langkah PM.UQI dalam mendidik generasi yang unggul dalam ilmu, kuat iman, dan mulia akhlak.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here