Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola_ (2026). IG syahranlubis02
BABAK 8 besar Piala Dunia 2026 akan diawali Prancis vs Maroko pada 10 Juli mulai pk. 03.00 WIB. Laga itu digelar di Stadion Gillette di Foxborough, Massachusetts, dipimpin wasit Facundo Tello (Argentina).
Pemenangnya akan ke semifinal untuk jumpa pemenang laga perempat final lainnya, Spanyol vs Belgia, yang baru digelar 11 Juli mulai pk. 02.00 WIB.
Pertandingan Prancis vs Maroko adalah pengulangan semifinal Piala Dunia 4 tahun lalu di Qatar. Ketika itu Prancis menaklukkan Maroko 2–0 berkat gol-gol Theo Hernandez dan Kolo Muani.
Jadi, sebenarnya agak disayangkan kedua tim bertemu dini di 8 besar. Artinya, salah satu dari mereka dipastikan tidak bisa mengulang pencapaian 4 tahun lalu di mana saat itu Prancis finis sebagai runner-up setelah dikalahkan Argentina melalui adu penalti di laga puncak serta Maroko finis di peringkat keempat setelah kalah 1–2 dari Kroasia dalam perebutan tempat ketiga.
Prancis layak difavoritkan untuk kembali memenangi pertarungan kontra Maroko kali ini. Melihat perjalanan Prancis di perhelatan akbar kali ini, Kylian Mbappe dan kawan-kawan selalu berhasil menaklukkan lawan-lawan mereka.
Di laga pembuka pasukan asuhan Didier Deschamps menghentikan perlawanan sengit Senegal 3–1, kemudian mencatat kemenanagn telak dengan selisih 3 gol dalam tiga pertandingan berikutnya, vs Irak 3–0, vs Nowegia 4–1 di fase grup, vs Swedia 3–0 di 32 besar, dan terakhir mengatasi Paraguai dengan skor tipis 1–0 di 16 besar.
Sebaliknya Maroko memulai perjuangan di Piala Dunia 2026 dengan bermain imbang 1–1 vs Brasil, di mana hasil itu pun sudah bermakna kemenangan sebab tim Samba adalah salah satu favorit, kemudian menang atas dua tim yang memang tidak pernah lolos dari fase grup sepanjang keterlibatannya di Piala Dunia yakni vs Skotladia 1–0 dan Haiti 4–2.
Di 32 besar Maroko memaksa tim favorit Belanda imbang 1–1 selama 120 menit yang berujung adu penalti di mana akhirnya Achraf Hakimi dan kawan-kawan menang 3–2.
Di 16 besar tim besutan Mohamed Ouahbi, yang berkewarganegaraan ganda Belgia dan Maroko, berhasil menghentikan langkah Kanada dengan skor telak 3 gol tanpa balas.
Jadi, agak berbeda dengan grafik positif Prancis meski agak melandai di ujungnya, penampilan Maroko praktis lancar jaya lantaran tergabung dengan dua tim yang relatif lemah di fase grup, lalu naik di 32 besar, dan tiba pada kejayaan mutlak di ujungnya.
Dengan demikian, walaupun kecondongan kemenangan milik Prancis, jalannya pertandingan kemungkinan besar sengit, bahkan boleh jadi berlangsung 120 menit.
Kecondongan kemenangan milik Prancis juga dilatarbelakangi rekor pertemuan kedua tim. Dalam lima pertemuan terakhir mereka, Maroko tidak pernah menang, sedangkan Prancis menang tiga kali, serta dua lagi imbang.
Dari lima pertemuan terakhir mereka, empat di antaranya pertandingan persahabatan, sedangkan satu laga kompetitif merupakan pertandingan terakhir 4 tahun lalu di Qatar 2022.
Jadi, analisa kasarnya, kalau Maroko ingin menyingkirkan Prancis, setidaknya pasukan berjuluk Singa Atlas harus memaksa Les Bleus imbang sampai 120 menit dan berharap menang adu penalti.
Kylian Mbappe vs Brahim Diaz
Salah satu titik perhatian yang layak dicermati adalah penampilan ujung tombak Prancis Kylian Mbappe dengan pemain depan Maroko Brahim Diaz.
Mbappe telah menjaringkan 7 gol sepanjang turnamen ini. Sementara itu, Brahim Diaz belum mencetak gol. Namun, pemain kelahiran Spanyol itu tampil hebat dalam memecah pertahanan lawan serta sebagai pemasok assist. Saat Maroko menghantam Kanada 3–0 di 16 besar, Brahim Diaz memasok dua assist.
Di Piala Afrika 2025 yang berakhir pada Januari 2026, Brahim Diaz juga tampil sebagai top skor dengan 5 gol yang berperan penting membawa negaranya meraih gelar juara ketiga kalinya.
Achraf Hakimi vs Rekan PSG
Hal ini yang juga menarik untuk diseksamai dalam pertandingan besok ialah faktor bek dan kapten Timnas Maroko Achraf Hakimi. Pemain belakang ini salah satu tokoh kunci yang membawa klub Prancis Paris Saint-Germain juara Liga Champions Eropa dua musim terakhir.
Sekarang dia harus bertarung melawan beberapa rekan setimnya di PSG yakni Ousmane Dembele, Bradley Barcola, Warren Zaïre-Emery, Desire Dou, dan Lucas Hernandez.
Hakimi juga bakal secara efektif beradu langsung dengan Kylian Mbappe, di mana keduanya pernah bersama di PSG selama 3 tahun pada 2021 hingga 2024 saat ujung tombak Prancis pindah ke Real Madrid.
14 Gol dan Faktor Saibari
Persoalan tersendiri bagi barisan pertahanan Maroko ialah Prancis, bersama Argentina, sejauh ini merupakan tim paling produktif dengan mencetak 14 gol.
Sementara itu, lini serang Maroko justru harus kehilangan Ismael Saibari Ben El Basra, top skor mereka di ajang ini dengan 3 gol, akibat cedera ketika melawan Kanada.
Dalam kondisi begini, peran Brahim Diaz diharapkan tidak lagi sebatas memasok assist bagi rekannya mencetak gol, tetapi mengambil alih peran itu secara langsung, di samping tim Afrika Utara itu juga mengandalkan gelandang serang Azzedine Ounahi dan striker Soufiane Rahimi yang masing-masing sudah menorehkan 2 gol.
Kesimpulannya, Prancis mungkin memenangi laga ini, tetapi akan beradu dengan perlawanan hebat Maroko. Singa Atlas tetap berpeluang menyingkirkan Prancis, jalan yang paling mungkin adalah dengan memaksakan skor imbang selama 120 menit dan menyiapkan eksekutor penalti yang hebat agar bisa bersukacita di ujung perjuangan.
Jadi, ini memang jalan terjal bagi Maroko, tetapi kemungkinan selalu terbuka untuk membalikkan prediksi.***
