HomeEkonomiSaham RANS Anjlok 10 Persen Meski IHSG Naik ke Level 6.000, Ini...

Saham RANS Anjlok 10 Persen Meski IHSG Naik ke Level 6.000, Ini Penyebab dan Pergerakan Terbarunya

Bogordaily.net – Saham RANS anjlok menjadi sorotan pelaku pasar pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melesat hampir 2 persen dan kembali menembus level psikologis 6.000, saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) mengalami tekanan jual yang cukup besar.

Fenomena ini menarik perhatian karena RANS baru beberapa hari resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), namun langsung menjadi salah satu saham dengan nilai transaksi terbesar di pasar.

Pada awal perdagangan, saham RANS sebenarnya dibuka menguat hingga Rp280 per saham. Bahkan, harga sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp282.

Namun situasinya berubah drastis memasuki sesi siang. Tekanan jual meningkat sehingga harga terus bergerak turun hingga sempat menyentuh Rp200 per saham.

Saat penutupan perdagangan, saham RANS anjlok 10,53 persen dan berakhir di level Rp204 per saham.

Meski mengalami koreksi tajam, aktivitas transaksi tetap sangat tinggi. Nilai transaksi saham RANS mencapai sekitar Rp820,6 miliar dengan volume perdagangan sekitar 3,4 miliar saham dan lebih dari 694 ribu kali transaksi.

Berbeda dengan pergerakan RANS, IHSG justru mencatat kinerja positif pada hari yang sama.

Indeks menguat 113,48 poin atau sekitar 1,92 persen hingga ditutup di level 6.037,84. Kenaikan tersebut sekaligus membawa IHSG kembali berada di atas level psikologis 6.000 bertepatan dengan peringatan HUT ke-34 Bursa Efek Indonesia.

Penguatan indeks terutama ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Beberapa di antaranya adalah:

* BBCA naik menjadi Rp6.225 per saham.
* BBRI menguat ke Rp2.870 per saham.
* BMRI melonjak ke Rp4.250 per saham.

Ketiga saham tersebut menjadi kontributor utama penguatan IHSG sepanjang perdagangan.

Koreksi yang terjadi pada saham RANS dinilai tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

Dalam beberapa hari pertama setelah IPO, saham baru umumnya memiliki volatilitas tinggi karena dipengaruhi aksi ambil untung (profit taking), tingginya minat perdagangan, serta proses pembentukan harga di pasar.

Kondisi tersebut membuat harga saham dapat bergerak naik maupun turun secara tajam dalam waktu singkat.

Karena itu, investor biasanya akan mencermati pergerakan beberapa hari hingga beberapa pekan setelah pencatatan perdana untuk melihat apakah harga mulai menemukan titik keseimbangannya.

Sepanjang perdagangan Senin, aktivitas di Bursa Efek Indonesia berlangsung cukup aktif.

Data perdagangan menunjukkan:

* IHSG ditutup di level 6.037,84.
* Sebanyak 377 saham menguat.
* 250 saham melemah.
* 167 saham ditutup stagnan.
* Volume perdagangan mencapai sekitar 26,30 miliar saham.
* Nilai transaksi mencapai sekitar Rp12,13 triliun.

Meski saham RANS anjlok, emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut tetap menjadi salah satu saham dengan aktivitas transaksi terbesar pada hari itu.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here