Bogordaily.net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Indonesia di panggung internasional. Abyan Alif Albani, santri kelas 6 Sains Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (UQI), Bogor, dipercaya menjadi satu-satunya delegasi asal Indonesia dalam ASEAN Camp 2026 yang diselenggarakan oleh International School of Management, University of the Thai Chamber of Commerce (UTCC) di Bangkok, Thailand.
Dalam kegiatan yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara Asia Tenggara tersebut, Abyan berhasil meraih penghargaan Best 2nd Score.
Capaian ini menjadi bukti bahwa santri Indonesia memiliki kemampuan akademik, kepemimpinan, serta daya saing yang mampu bersanding dengan pelajar dari negara-negara ASEAN.
Lebih dari sekadar sebuah penghargaan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendidikan pesantren terus mengalami transformasi.
Pesantren modern tidak hanya berfokus pada pendalaman ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga membekali santri dengan kemampuan berpikir kritis, penguasaan bahasa asing, literasi digital, kepemimpinan, dan wawasan global.
ASEAN Camp sendiri merupakan program pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi internasional yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara untuk belajar bersama, berdiskusi, memecahkan persoalan, serta mengenal keberagaman budaya di kawasan Asia Tenggara. Melalui kegiatan seperti ini, peserta belajar membangun komunikasi lintas budaya, meningkatkan kemampuan bekerja sama, sekaligus memperluas jejaring internasional sejak usia muda.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi, pengalaman internasional menjadi bekal penting bagi generasi muda. Mereka tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, menghargai perbedaan, serta memiliki karakter yang kuat. Nilai-nilai tersebut sejatinya telah lama menjadi bagian dari pendidikan pesantren yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan akhlak mulia.
Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami KH. Dr. Saiful Falah, M.Pd.I menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih Abyan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan abad ke-21.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi yang diraih ananda Abyan Alif Albani. Ini bukan sekadar keberhasilan pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa santri Indonesia mampu berdiri sejajar dengan pelajar dari berbagai negara. Pesantren hari ini harus mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, memiliki keilmuan yang kuat, menguasai sains dan teknologi, serta siap menjadi pemimpin di masa depan,” ungkap Saiful Falah.
Menurutnya, keberhasilan seorang santri di forum internasional juga menjadi cerminan bahwa pendidikan Islam memiliki kontribusi besar dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Pesantren, kata dia, harus menjadi ruang yang mendorong santri untuk terus belajar, berinovasi, dan berani tampil di berbagai kompetisi dunia.
“Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh santri agar tidak pernah ragu bermimpi besar. Jadilah generasi yang mampu menjaga nilai-nilai Islam sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan peradaban dunia. Santri harus percaya diri bahwa mereka mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global,” tambahnya.
Prestasi Abyan sekaligus menjadi inspirasi bahwa kesempatan untuk berkiprah di tingkat internasional terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan belajar dan semangat untuk terus berkembang. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan membentuk karakter, kepemimpinan, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Bagi Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami, capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kerja sama internasional. Melalui berbagai program pengembangan akademik, bahasa asing, riset, dan kepemimpinan, pesantren berupaya menyiapkan santri yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga mampu menjadi duta Islam dan Indonesia di tingkat global.***
