HomeKota BogorSekretaris Disnaker Kota Bogor Sahib Khan Moderatori FGD IPDN, Kupas Konsep Anticipatory...

Sekretaris Disnaker Kota Bogor Sahib Khan Moderatori FGD IPDN, Kupas Konsep Anticipatory Government

Bogordaily.net – Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor, Sahib Khan, dipercaya menjadi moderator dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Validasi Hasil Penelitian bertajuk Anticipatory Government dalam Transformasi Digital Pemerintah Kota Bogor yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu, 29 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang mengkaji konsep Anticipatory Government sebagai upaya memperkuat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

FGD digelar untuk memvalidasi hasil penelitian sekaligus menghimpun masukan dari perangkat daerah sebelum hasil kajian dirumuskan menjadi rekomendasi, juga bertujuan memperoleh masukan strategis untuk menyempurnakan model Anticipatory Government Pemerintah Kota Bogor melalui diskusi yang konstruktif, berbasis pengalaman dan praktik terbaik dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

FGD diikuti sekitar 90 responden yang berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

Di antaranya Sekretariat Daerah (Setda), Bapperida, DPMPTSP, Bapenda, BKPSDM, BPBD, Diskominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UMKM, Disnaker, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Satpol PP, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan di Kota Bogor.

Sebagai moderator, Sahib Khan memandu jalannya diskusi yang diikuti sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai tantangan serta peluang penerapan pemerintahan digital yang mampu mengantisipasi perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama pembahasan dalam FGD ini adalah merumuskan solusi transformasi digital yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan sebagai fondasi penerapan konsep Anticipatory Government di Kota Bogor.

Penelitian tersebut diketuai oleh Prof. Dr. Nurliah Nurdin, S.Sos., M.A. bersama tim yang terdiri dari Dr. Maria Ekowati, Edy Supriyono, Anggi Rulyana BR Sinaga, Sahib Khan, dan Samsudin.

Sebelumnya, tim peneliti telah memperoleh izin dari Pemerintah Kota Bogor untuk melaksanakan penelitian pada 13–24 Juli 2026.

Dalam paparan penelitian dijelaskan bahwa transformasi digital di Kota Bogor perlu diarahkan menuju konsep Anticipatory Government,

yakni pemerintahan yang tidak hanya merespons persoalan yang sudah terjadi, tetapi juga mampu memprediksi berbagai tantangan di masa depan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah, serta mendorong pelayanan publik yang lebih efektif.

Kajian ini juga menekankan lima kemampuan utama yang perlu dimiliki pemerintah, yakni strategic foresight, early warning, adaptive governance, evidence-based decision making, dan collaborative innovation.

Kelima aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif sekaligus meningkatkan daya saing Kota Bogor di era digital.

Melalui FGD ini, tim peneliti berharap berbagai masukan dari peserta dapat menyempurnakan hasil penelitian sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Bogor dalam mempercepat transformasi digital dan mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here