Bogordaily.net – Setelah videonya viral di media sosial karena terlihat meluapkan emosi kepada seorang pria warga negara asing di sebuah gym di Bali, Nyimas Laula akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kejadian yang sebenarnya. Penjelasan tersebut disampaikan melalui akun Threads miliknya, tak lama setelah ia menghapus video yang sempat ramai diperbincangkan publik.
Dalam unggahannya, Nyimas menegaskan bahwa kemarahannya bukan terjadi tanpa alasan. Menurutnya, insiden itu dipicu oleh tindakan seorang pria yang beberapa kali melintas di area yang digunakan untuk latihan angkat besi, padahal lokasi tersebut merupakan ruang khusus yang sedang dipakai untuk sesi latihan.
Nyimas menjelaskan bahwa pria tersebut berulang kali berpindah tempat sambil mengganti dumbbell dan memilih melewati sisi platform angkat besi, meski tersedia jalur lain yang lebih aman.
“Gini ya, ini orang sudah tiga kali bolak-balik gonta-ganti dumbell, di depan itu ada space buat jalan, tapi dia milih melipir lewat platform,” katanya, dikutip Senin 6 Juli 2026.
Menurut Nyimas, area tersebut bukan sekadar ruang kosong di dalam gym, melainkan platform yang memang dikhususkan untuk aktivitas olympic weightlifting.
Saat kejadian berlangsung, lokasi itu juga tengah digunakan untuk kelas latihan dengan peserta yang sedang melakukan percobaan angkatan terbaik atau personal record (PR).
“Iya, platform itu dedicated buat olympic weightlifting, posisi lagi kelas dan attempt PR,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nyimas menjelaskan bahwa larangan melintas di sekitar platform bukan dibuat tanpa alasan. Ia menilai keselamatan menjadi prioritas utama, baik bagi atlet yang sedang mengangkat beban maupun orang lain yang berada di sekitar area latihan.
Menurutnya, seseorang yang melintas terlalu dekat dengan platform dapat mengganggu konsentrasi lifter sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Jika beban terlepas atau atlet kehilangan keseimbangan, dampaknya bisa membahayakan banyak pihak.
“Kenapa gak boleh lewat situ? Membahayakan lifter dan orang yang lewat. Kalau dia yang kena sih bodo amat, salah sendiri gak pakai spatial awareness. Tapi, kalau yang jadi cedera yang lagi ngangkat, apa dia mau nanggung?” ujar Nyimas.
Ia juga menegaskan bahwa ketika sebuah gym sedang menggelar kelas latihan, biasanya terdapat area khusus yang memang diperuntukkan bagi peserta kelas sehingga diharapkan tidak dilintasi oleh anggota gym lainnya.
“Kalau gym lagi kelas, ada dedicated space buat kelasnya,” sambungnya.
Meski demikian, perdebatan di media sosial masih terus berlanjut. Sebagian warganet menilai pria tersebut tidak benar-benar menginjak platform, sementara sebagian lainnya memahami alasan Nyimas yang mengutamakan aspek keselamatan selama latihan angkat besi berlangsung.
Menanggapi komentar-komentar tersebut, Nyimas kembali memberikan penjelasan melalui unggahan lain di Threads. Ia menilai banyak orang belum memahami standar keamanan dalam olahraga angkat besi, terutama ketika atlet sedang melakukan gerakan seperti snatch maupun clean and jerk yang membutuhkan ruang aman di sekeliling lifter.
“Ini ya, yang masih pada bilang gak nginjek platform, lewat pinggir, space masih banyak. Ayo gua tantangin lo di situ diem gak bergerak pas lagi ada yang lifting, snatch, atau clean and jerk, gimana? Ayoooo.”
Klarifikasi tersebut menjadi penjelasan pertama dari Nyimas Laula setelah video insiden di gym Bali ramai beredar dan menuai beragam respons dari warganet. Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial, dengan munculnya berbagai pandangan mengenai etika, keselamatan, serta penggunaan area khusus saat berlatih di gym.***
