Bogordaily.net – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pemuda diduga melakukan aksi sweeping atau bersih-bersih terhadap boti dan waria di sejumlah titik di Kota Bogor viral di media sosial.
Rekaman tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat, sekaligus mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan aparat penegak hukum.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pemuda berlarian mengejar seseorang yang diduga waria di sebuah gang pada malam hari. Pada rekaman lain, pengejaran juga terlihat terjadi di sekitar lapak pedagang di kawasan pasar.
Bahkan, salah seorang pemuda dalam video tersebut sempat berusaha menendang orang yang dikejarnya. Namun, tendangan itu tidak mengenai sasaran karena berhasil dihindari.
Hingga kini belum diketahui secara pasti lokasi dan waktu pengambilan video tersebut. Aparat masih melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial.
Wali Kota Minta Tidak Ada Aksi Main Hakim Sendiri
Menanggapi video viral tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta agar penanganan persoalan dilakukan oleh aparat yang berwenang dan tidak diselesaikan melalui tindakan main hakim sendiri.
Ia menginstruksikan agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama unsur TNI dan Polri melakukan penertiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya minta petugas untuk dilakukan penertiban oleh Satpol PP dan gabungan aparat TNI-Polri agar tidak ada potensi main hakim sendiri,” kata Dedie, dikutip Sabtu (18/7/2026).
Dedie menegaskan bahwa menjaga ketertiban umum merupakan tanggung jawab pemerintah bersama aparat penegak hukum, sehingga masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Satpol PP Siapkan Monitoring dan Razia Gabungan
Secara terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bogor Pupung Wahyu Permana mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor untuk menyikapi video yang viral tersebut.
Menurutnya, Satpol PP berencana menggelar kegiatan monitoring maupun razia gabungan sebagai langkah penertiban. Namun, waktu pelaksanaannya masih akan dibahas bersama instansi terkait.
“Ya, kita nanti akan melakukan giat monitoring atau razia bersama-sama dengan Polres dan Dinsos juga. Jadi, ini untuk menyikapi kejadian viral kemarin di medsos, rencananya kapan (razia), nanti kita bahas dulu,” kata Pupung.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan menyerahkan penanganan persoalan kepada aparat yang berwenang.
Belum Ada Laporan Resmi
Pupung mengungkapkan, hingga saat ini Satpol PP belum menerima laporan resmi terkait dugaan aksi sweeping yang terekam dalam video tersebut.
Informasi yang diterima sejauh ini masih berasal dari unggahan yang beredar di media sosial, sehingga pihaknya masih melakukan koordinasi lintas instansi untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Belum ada (laporan). Baru kemarin aja muncul di medsos dan viral. Makanya kita komunikasikan dengan Polres dan Dinsos untuk nanti bersama-sama (gelar razia). Ketika ditangkap, misalnya oleh kita, nanti kita akan kordinasikan dengan Dinsos pembinaannya seperti apa,” pungkasnya.
Selain aspek penertiban, Satpol PP menyebut akan melibatkan Dinas Sosial dalam proses pembinaan apabila nantinya ditemukan individu yang memerlukan pendampingan atau penanganan sosial sesuai dengan kewenangan instansi tersebut.
Pemerintah Kota Bogor pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan aksi persekusi ataupun main hakim sendiri. Setiap dugaan pelanggaran hukum diharapkan dilaporkan kepada aparat agar dapat ditangani melalui prosedur hukum yang berlaku.
