bogordaily.net – Aksi maling sepeda motor terjadi di kawasan Katulampa, Bogor Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dalam kejadian tersebut, terduga pelaku diduga menggunakan modus memesan makanan dalam jumlah banyak sebelum membawa kabur sepeda motor milik seorang karyawan warung makan.
Peristiwa tersebut terjadi di Warung Makan Sunda Teteh Gemoy yang berada di Jalan Parung Banteng, Katulampa. Terduga pelaku diduga datang ke lokasi menggunakan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi F 1159 UV.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian bermula sekitar pukul 12.43 WIB. Saat itu, terduga pelaku datang ke warung dan memesan makanan dalam jumlah cukup banyak kepada salah seorang karyawan berinisial D.
Pesanan yang disampaikan terduga pelaku mencapai 10 porsi makanan. Setelah melakukan pemesanan, terduga pelaku kemudian mengajak D untuk mengambil uang pembayaran pesanan di kawasan Perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR), Katulampa.
D sempat menolak ajakan tersebut. Namun, setelah itu D akhirnya mengikuti terduga pelaku menuju kawasan perumahan yang disebut sebagai lokasi pengambilan uang pembayaran.
Sesampainya di kawasan Perumahan Mutiara Bogor Raya, terduga pelaku diduga bertemu dengan seorang rekannya. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membawa D ke sebuah warung.
Di lokasi tersebut, D kemudian diberikan uang sebesar Rp100 ribu. Uang itu disebut diberikan dengan alasan untuk membeli kopi.
Namun, ketika D berada di warung, terduga pelaku bersama komplotannya diduga justru melarikan diri. Sepeda motor milik D yang sebelumnya digunakan dalam perjalanan tersebut turut dibawa kabur.
Sepeda motor yang hilang diketahui merupakan Yamaha NMAX dengan nomor polisi F 2096 FEJ.
Dengan demikian, modus yang diduga digunakan dalam kejadian ini bermula dari pemesanan makanan dalam jumlah banyak, kemudian korban diajak menuju lokasi lain dengan alasan mengambil uang pembayaran.
Setelah korban berada di lokasi yang telah ditentukan, terduga pelaku bersama rekannya diduga membawa kabur sepeda motor.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena aksi diduga dilakukan dengan memanfaatkan aktivitas transaksi makanan yang pada awalnya terlihat seperti pesanan biasa. Pemesanan dalam jumlah banyak kemudian diikuti dengan permintaan untuk mengambil uang pembayaran di lokasi berbeda.
Hingga informasi ini disusun, kejadian tersebut masih menjadi dugaan dan informasi mengenai identitas terduga pelaku maupun perkembangan penanganan kasus belum dijelaskan lebih lanjut dalam data yang tersedia.***
