Bogordaily.net – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institusi Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi pada 27-29 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat IUQI Bogor tersebut menghadirkan dua asesor, yakni Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si. dan Dr. Elly Nurlia, S.IP., M.Si.
Rangkaian asesmen diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ketua JQH IUQI, Ibnu Fahrezi. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IUQI yang dipimpin Miftah Nurul Abror, S.Pd., serta doa yang dipimpin Ketua Senat IUQI, K.H. Agus Tamami, S.Ag., M.Pd.I.
Rektor IUQI Bogor, Dr. H. Syamsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I., dalam sambutannya mengatakan, institusi terus berupaya membangun budaya mutu sekaligus meningkatkan kualitas sebagai lembaga pendidikan yang unggul.
Menurut Syamsul, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan komitmen seluruh unsur internal kampus serta dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah.
Ia juga mengakui adanya tantangan geografis karena lokasi IUQI relatif jauh dari pusat kota. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi kampus untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Saat ini, IUQI telah memiliki tiga lembaga dan terus berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan, termasuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
“Cita-cita kami adalah terus mengembangkan institusi ini. Kami berharap regulasi dan kebijakan yang kami jalankan tidak hanya menghasilkan kualitas dari sisi muatan akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi mahasiswa,” ujar Syamsul.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si. mewakili tim asesor menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk melaksanakan asesmen di IUQI Bogor.
Rudianto menegaskan bahwa asesmen lapangan bukan bertujuan membandingkan IUQI dengan perguruan tinggi lain. Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk melihat kondisi program studi sekaligus mengidentifikasi ruang pengembangan mutu pendidikan.
“Kami datang bukan untuk membanding-bandingkan antara kampus, tetapi untuk bersilaturahmi dan melihat bersama apa yang bisa kita kembangkan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi suasana kampus IUQI yang dinilai mendukung kegiatan pembelajaran. Selain itu, IUQI dinilai memiliki potensi sumber daya yang masih dapat dikembangkan untuk memperkuat institusi di masa mendatang.
Menurut Rudianto, semangat para pendiri dalam membangun lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan IUQI.
Ia menjelaskan, setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan dan aspek yang masih perlu diperkuat. Karena itu, asesmen lapangan tidak semata-mata berorientasi pada pemeriksaan dokumen, tetapi juga diharapkan menghasilkan masukan yang konstruktif bagi pengembangan Program Studi KPI.
“Kami tidak dalam rangka mencari kekurangan, tetapi melihat apa saja masukan yang bisa kami berikan agar ke depan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Rudianto juga menilai Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam memiliki peluang pengembangan yang cukup besar. Bidang komunikasi menjadi salah satu disiplin ilmu yang memiliki peminat tinggi di berbagai perguruan tinggi.
Keberadaan Prodi KPI di IUQI diharapkan dapat menjadi modal strategis untuk memperkuat peran dan eksistensi institusi sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
Selain melakukan penilaian, proses asesmen juga diharapkan menjadi ruang diskusi dan berbagi pengalaman antara tim asesor dengan civitas akademika IUQI.
“Kehadiran kami bukan hanya untuk memonitor atau memeriksa, tetapi apa yang bisa kami bantu, mari kita diskusikan bersama,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan asesmen lapangan tersebut, civitas akademika IUQI Bogor berharap proses akreditasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik.
Lebih dari sekadar proses akreditasi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mendorong Prodi KPI IUQI Bogor menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki landasan nilai-nilai keislaman.***
