Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melepas kafilah zikir dan doa kebangsaan Kota Bogor yang akan mengikuti kegiatan zikir dan doa kebangsaan dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Kafilah zikir dan doa kebangsaan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor terdiri dari 649 orang yang diberangkatkan menggunakan 13 armada bus menuju lokasi kegiatan. Pelepasan berlangsung di MAN 2 Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu lalu 1 Agustus 2026.
Saat melepas rombongan, Dedie Rachim menitipkan doa kepada para jamaah agar Kota Bogor dan Indonesia senantiasa diberikan kondisi yang kondusif, aman, dan nyaman di tengah dinamika geopolitik dunia serta perubahan cuaca ekstrem.
“Selamat melaksanakan tugas mulia, saya melihat pancaran sorot mata penuh keikhlasan dari para jamaah. Saya juga titip doa kepada bapak ibu, mudah-mudahan berkat doa bapak ibu, insya Allah, situasinya tetap turun hujan, aman dan nyaman. Indonesia tidak kekeringan berkepanjangan,” kata Dedie Rachim.
Dedie Rachim juga berpesan agar kafilah Kota Bogor dapat mencerminkan Islam rahmatan lil alamin, menjunjung kepedulian terhadap kebersihan, serta menjadi contoh yang baik bagi para ASN Kemenag dari daerah lain.
“Kontingen Kota Bogor harus bisa menjadi duta contoh yang baik bagi duta-duta ASN Kantor Kemenag daerah lain. Jadilah duta Kota Bogor yang tertib dan bersih, jangan membuang sampah sembarangan. Kalau ada sampah, ambil dan buang ke tempatnya, kita bersihkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim menyampaikan bahwa sejak 11 tahun lalu, setiap memasuki Bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan, Kota Bogor bersama berbagai elemen masyarakat, pemerintah, pihak swasta, akademisi, media, dan komunitas rutin menggelar Festival Merah Putih (FMP).
Menurutnya, salah satu bentuk nasionalisme warga Kota Bogor diwujudkan melalui kegiatan pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih setiap hari selama Bulan Agustus di Tugu Kujang.
“Kota Bogor menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang sudah melaksanakan 11 kali FMP. Tidak ada daerah lain yang setiap jam 7 pagi melaksanakan pengibaran bendera dan jam 5 sore melaksanakan penurunan bendera di Tugu Kujang. Ini bukti warga Kota Bogor sangat nasionalis, sangat cinta kepada negara dan bangsanya, kepada sesama,” kata Dedie Rachim.
“Ditambah doa bapak, semoga Kota Bogor lebih dikuatkan lagi dan diberkahi. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, terus menjaga bangsa kita sebagai bangsa yang aman, majemuk, damai, kondusif, dan sejahtera,” sambungnya.
Ia menilai kegiatan zikir dan doa kebangsaan serta Festival Merah Putih memiliki keterkaitan dengan pembangunan manusia.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen masyarakat diajak bersama-sama memaknai nilai kebangsaan melalui doa sebagai wujud syukur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, H. Mahmudi Affan Rangkuti, menyampaikan bahwa kegiatan zikir dan doa kebangsaan menunjukkan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bersatu, toleran, beradab, maju, dan berkemajuan.***
