Bogordaily.net-Pemerintah Kota Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam mengurai titik-titik kemacetan krusial di Kota Hujan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Trase Ring Road 3 (R3) yang bertempat di kawasan Katulampa, pada Selasa 25 Agustus 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Bogor menyampaikan apresiasinya atas perkembangan proyek infrastruktur vital ini.
Pemerintah Kota Bogor memastikan pembangunan terus berjalan secara bertahap demi mewujudkan konektivitas antarwilayah yang lebih lancar.
”Alhamdulillah berprogres ya, ada kemajuan. Tahun ini kita alokasikan untuk pembangunan sepanjang 450 meter dari Katulampa Bundaran sampai dengan Katulampa Bendungan,” ujar Dedie A. Rachim saat ditemui di lokasi peninjauan, Selasa 25 Agustus 2026
Meski berjalan positif, Dedie tak menampik adanya sejumlah tantangan teknis di lapangan. Kendala utama saat ini meliputi proses penataan administrasi lahan hingga penyesuaian desain teknis jembatan utama.
”Di lapangan ada beberapa hal; yang pertama masih ada sedikit masalah administrasi pertanahan, tetapi saya optimis urusan ini akan segera kita selesaikan. Yang kedua, kita tentu berharap mumpung cuacanya mendukung, progres dari pelaksana juga bisa dipacu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedie menjelaskan langkah strategis yang akan diambil setelah pengerjaan fisik segmen awal selesai.
Tahapan penting berikutnya mencakup penyelesaian Detail Engineering Design (DED) jembatan serta koordinasi teknis bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
”Setelah itu yang harus kita selesaikan adalah DED untuk jembatan, termasuk juga re-context dari Kementerian PU. Baru setelah ini selesai, kita akan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk dibantu pembiayaan pembangunan jembatannya jika memungkinkan,” lanjutnya.
Secara teknis, pembangunan jembatan ini menjadi salah satu struktur paling krusial sekaligus menelan biaya terbesar. Bentang jembatan tersebut diperkirakan mencapai puluhan meter demi melintasi area aliran sungai.
”Jembatan itu sebetulnya lebar sungainya sekitar 60 meter, tetapi kan kiri-kanannya ada penambahan masing-masing 10 meter, jadi total mungkin 80 meter. Biayanya kurang lebih mencapai Rp80 miliar,” urak Dedie.
Tak berhenti di segmen Katulampa, Pemkot Bogor juga telah memetakan pembebasan lahan untuk tahap berikutnya.
Jalur ini ditargetkan menyambung hingga ke area Sindangrasa dan Sindangsari guna menuntaskan keseluruhan koridor.
”Selanjutnya kita akan laksanakan pembebasan dari Katulampa Bendungan sampai dengan Sindangrasa dan Sindangsari. Panjangnya masih sekitar 1,7 kilometer, jadi memang masih berproses, mohon masyarakat sabar ya. Sampai sejauh ini belum ada kendala berarti dan harapan kita lalu lintas Bogor bisa terurai,” jelas Wali Kota.
Pengembangan jalur R3 secara menyeluruh hingga mencapai kawasan Wangun dinilai sangat mendesak. Dedie menegaskan bahwa Pemkot Bogor tidak boleh surut dalam menuntaskan proyek strategis daerah ini meskipun diperhadapkan pada penyesuaian anggaran yang signifikan.
”Sebagai tambahan, sisa jalur sepanjang 1,9 kilometer tentu masih banyak, tetapi kita tidak boleh mundur. Kalau memang mau selesai ya harus konsisten. Kita dibantu oleh beberapa pihak untuk mencarikan solusi agar dalam waktu yang tidak terlalu lama jalur Ring Road 3 ini dari Wangun sampai Jambu Dua bisa tersambung,” terangnya.
Pemerintah Kota Bogor menargetkan seluruh rangkaian pembangunan Ring Road 3 ini dapat rampung sepenuhnya dan beroperasi optimal bagi masyarakat luas pada akhir dekade ini.
”Target kita proyek ini selesai tuntas pada 2029 atau 2030, sehingga sudah bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Walaupun kan kita dipotong anggaran tahun ini saja sekitar Rp300 miliar, itu memang tantangan, tetapi kita harus coba terus berikhtiar,” tutup Dedie mengakhiri keterangannya.***
Muhammad Irfan Ramadan
