HomeTravellingEIGER Nature di Puncak Bogor: Bukan Sekadar Wisata tapi Alam yang Ingin...

EIGER Nature di Puncak Bogor: Bukan Sekadar Wisata tapi Alam yang Ingin Dihidupkan Kembali

Bogordaily.net — Ada tempat wisata yang dibangun untuk mendatangkan orang.

Ada pula tempat wisata yang ingin membuat orang datang, melihat, lalu pulang dengan cara pandang yang sedikit berbeda.

EIGER Nature di kawasan Megamendung, Puncak Bogor, Jawa Barat, memilih jalan yang kedua.

Destinasi yang sebelumnya dikenal sebagai EIGER Adventure Land (EAL) itu akan membuka akses untuk masyarakat pada September 2026. Tanggal soft opening belum diumumkan.

Nama boleh berubah. Konsepnya juga diperjelas.

EAL kini menjadi EIGER Nature. Bukan sekadar mengganti papan nama, tetapi seperti menegaskan kembali ke mana destinasi ini hendak dibawa.

“Bukan sekadar perubahan nama, tapi bagian dari perjalanan untuk memperjelas kembali tujuan arah destinasi,” kata Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya.

Konsep yang ditawarkan adalah ekowisata. Alam tidak diposisikan hanya sebagai latar belakang untuk berfoto. Alam justru menjadi bagian utama dari pengalaman wisata.

Pendekatannya dimulai dari 3E: Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi.

Kemudian diperluas menjadi 7E: Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.

Nama-namanya terdengar seperti konsep manajemen.

Tetapi inti gagasannya sederhana: wisata tidak boleh hanya menguntungkan wisatawan dan pengelola. Lingkungan dan masyarakat sekitar juga harus memperoleh manfaat.

Perjalanan menuju wajah baru itu tidak sepenuhnya mulus.

Destinasi yang sebelumnya bernama EIGER Adventure Land sempat disegel pemerintah pada Maret 2025 karena dinilai melanggar aturan lingkungan.

Kini pengelola mengatakan pengembangan dilakukan dengan penekanan lebih kuat pada keberlanjutan.

Lebih dari 120.000 pohon telah ditanam. Ditambah sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.

Lahan juga dipulihkan. Keanekaragaman hayati didata. Sistem air dan hidrologi diperhatikan. Sampah pun mulai dikelola sebagai bagian dari sistem kawasan.

Ini menarik.

Sebab ukuran keberhasilan sebuah tempat wisata biasanya dihitung dari jumlah pengunjung.

EIGER Nature ingin menambahkan ukuran lain: seberapa besar alam dan masyarakat memperoleh manfaat dari kedatangan pengunjung.

Ekowisata akhirnya bukan hanya soal pohon.

Ada manusia yang tinggal di sekitar pohon-pohon itu.

Dalam tahap pengembangannya, EIGER Nature menyebut telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja. Sekitar 300 orang di antaranya berasal dari masyarakat sekitar.

Ketika kawasan beroperasi penuh, lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan diproyeksikan terbuka bagi warga sekitar.

Ada pula komitmen untuk mengalokasikan 5 persen laba bersih bagi program pelestarian alam, budaya, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Termasuk program konservasi, pengelolaan limbah, dan “1 Ticket 1 Tree”.

Dengan kata lain, setiap tiket diharapkan tidak berhenti sebagai tiket masuk.

Ia menjadi bagian dari sebuah rantai manfaat.

Dulu orang mungkin mengenal kawasan ini karena jembatan gantungnya.

Kini pilihannya dibuat lebih banyak.

Ada Suspension Bridge. Ada Tree House & Net Adventure. Ada Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, hingga Forest Adventure.

Bagi yang ingin tinggal lebih lama, tersedia Forest Camp dengan pilihan camping ground, glamping, dan cabin.

Jadi konsepnya bukan lagi datang, berfoto di jembatan, lalu pulang.

Pengunjung diajak berjalan lebih jauh ke dalam kawasan.

Melihat hutan.

Merasakan lanskap.

Mengenal budaya.

Dan, kalau konsep itu berjalan sebagaimana yang direncanakan, memahami mengapa alam harus dijaga.

EIGER Nature juga membawa pendekatan digital.

Layanan wisata akan dibuat paperless dan terintegrasi. Mulai aplikasi, wristband, akses kawasan, informasi, sampai transaksi digital menggunakan EIGER Coins.

Teknologi di sini bukan tujuan.

Ia hanya alat agar pengalaman wisata lebih sederhana.

Tujuan akhirnya tetap sama: membuat pengunjung lebih mudah menikmati kawasan.

Imanuel mengatakan pihaknya ingin pengunjung tidak sekadar datang menikmati alam.

Mereka diharapkan pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna baru.

Kalau itu benar-benar terjadi, maka EIGER Nature bukan hanya sedang membuka destinasi wisata baru di Puncak Bogor.

Ia sedang mencoba mengubah cara sebuah tempat wisata melihat alam.

Bukan alam sebagai komoditas.

Melainkan alam sebagai bagian dari kehidupan.

Dan September 2026 nanti, masyarakat akan mulai bisa melihat apakah gagasan tersebut benar-benar bisa diwujudkan di lapangan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here