Bogordaily.net – Ban menjadi salah satu komponen kendaraan yang memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan berkendara. Meski demikian, kondisi ban masih sering luput dari pemeriksaan rutin oleh pemilik mobil maupun sepeda motor.
Padahal, ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisinya dapat memengaruhi kemampuan kendaraan untuk melakukan pengereman, berbelok, hingga menjaga kestabilan saat melaju.
Salah satu hal yang perlu diperiksa secara rutin adalah tekanan angin. Tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi karakteristik berkendara.
Tekanan ban yang kurang juga dapat membuat permukaan ban bekerja lebih berat dan berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Selain tekanan angin, pengendara perlu memperhatikan kondisi tapak ban. Alur yang semakin tipis menunjukkan bahwa ban sudah mengalami keausan dan perlu mendapat perhatian.
Ban yang sudah aus memiliki kemampuan mencengkeram permukaan jalan yang berbeda dibandingkan ban dengan kondisi tapak yang masih baik, terutama ketika berkendara di jalan basah.
Pemeriksaan juga sebaiknya mencakup bagian dinding ban. Retakan, benjolan, sobekan, maupun benda asing yang menancap pada ban tidak sebaiknya diabaikan. Kerusakan tersebut dapat berkembang dan meningkatkan risiko masalah ketika kendaraan digunakan.
Untuk kendaraan yang sering digunakan menempuh perjalanan jauh, pemeriksaan ban sebaiknya dilakukan sebelum berangkat.
Pengemudi juga perlu memastikan ban cadangan, dongkrak, dan perlengkapan darurat tersedia serta dapat digunakan apabila terjadi masalah di perjalanan.
Kebiasaan lain yang perlu diperhatikan adalah cara berkendara. Akselerasi dan pengereman secara tiba-tiba, melaju dengan kecepatan tinggi, serta sering menghantam lubang dapat memberikan beban tambahan pada ban dan komponen kendaraan lainnya.
Pemeriksaan sederhana sebelum berkendara memang hanya membutuhkan beberapa menit. Namun, kebiasaan tersebut dapat membantu pengendara mengetahui lebih awal apabila terdapat kondisi ban yang tidak normal.
Dengan memperhatikan tekanan angin, keausan tapak, kondisi dinding ban, serta kelengkapan perlengkapan darurat, risiko gangguan akibat masalah ban selama perjalanan dapat diminimalkan. Karena biasanya manusia baru ingat pentingnya ban setelah benda bundar itu memutuskan untuk menyerah di tengah jalan.***
