Bogordaily.net — Pembangunan dan pemeliharaan fasilitas publik tidak harus sepenuhnya bergantung pada APBD. Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, fasilitas publik dapat direvitalisasi, dirawat, sekaligus dikembangkan menjadi fasilitas yang lebih modern dan aman.
Gagasan tersebut didorong PT Cahaya Anugerah Mandiri Nusantara (CAMN) sebagai mitra Pemerintah Kota Bogor untuk mengajak berbagai corporate bersinergi dalam mendukung revitalisasi dan pemeliharaan fasilitas publik di Kota Bogor.
Saat ini, terdapat 59 titik halte Kota Bogor yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari program kolaborasi dengan sektor swasta. Tidak hanya melakukan perbaikan fisik dan pemeliharaan, program ini juga diarahkan untuk menghadirkan konsep Smart Halte di setiap titik.
Fasilitas publik yang direvitalisasi dan dirawat akan dilengkapi dengan CCTV pada setiap titik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan aspek keamanan, pemantauan, dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.
Dengan konsep Smart Halte, halte tidak lagi sekadar menjadi tempat menunggu transportasi, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem fasilitas publik yang lebih modern, aman, tertata, dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi Tanpa Semata Bergantung pada APBD
Melalui skema kerja sama yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, corporate dapat mengambil peran dalam memperbaiki, mempercantik, merawat, dan mendukung pengembangan fasilitas publik tersebut.
Konsep ini memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Masyarakat mendapatkan fasilitas yang lebih nyaman, aman, dan terawat. Pemerintah memperoleh dukungan dalam pembangunan serta pemeliharaan fasilitas publik tanpa semata-mata mengandalkan APBD. Sementara dunia usaha memiliki ruang untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kota Bogor dan juga memiliki ruang untuk berpromosi di area publik Kota Bogor.
Skema kerja sama yang tepat juga berpotensi memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kota Bogor sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku.
Gagasan kolaborasi ini dikembangkan oleh Dinna Fajrina, Founder PT CAMN, dengan visi mempertemukan pemerintah dan dunia usaha dalam membangun serta merawat fasilitas publik melalui kemitraan yang saling memberikan manfaat.
Sementara Deary Qhisty, selaku Direktur PT CAMN, berperan dalam mendorong implementasi dan membangun sinergi dengan berbagai stakeholder serta corporate agar peluang kerja sama dapat diwujudkan secara profesional, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, PT CAMN ingin mendorong paradigma bahwa fasilitas publik adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bersinergi menciptakan Kota Bogor yang lebih tertata, nyaman, aman, dan modern.
59 titik halte bukan sekadar 59 fasilitas publik, tetapi 59 peluang kolaborasi untuk menghadirkan Smart Halte dan membangun Kota Bogor bersama—tanpa semata-mata bergantung pada APBD, sekaligus berpotensi menciptakan nilai tambah bagi daerah.***

