HomeNasionalWarisan Michael Hartono Dibagi ke 4 Anak, Masing-Masing Dapat Rp52 Triliun

Warisan Michael Hartono Dibagi ke 4 Anak, Masing-Masing Dapat Rp52 Triliun

Bogordaily.net – Keluarga konglomerat Hartono mencatat salah satu pengalihan kekayaan terbesar di Asia setelah Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Maret 2026. Mendiang Michael Hartono diketahui meninggalkan kepemilikan saham di PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) yang kemudian diwariskan kepada empat anaknya.

Mengutip The Straits Times dan The Star yang melansir Bloomberg, berdasarkan dokumen resmi pemerintah, sebanyak 49 persen kepemilikan Michael di PT DIA telah dibagi rata kepada empat ahli warisnya.

Dengan pembagian tersebut, masing-masing ahli waris menerima saham dengan nilai sedikitnya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,38 triliun jika menggunakan asumsi kurs Rp17.879 per dolar AS.

Nilai kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan PT DIA di sejumlah perusahaan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Porsi Saham BCA Capai Sekitar Rp200 Triliun

PT DIA merupakan perusahaan yang memiliki saham di BCA. Berdasarkan nilai kepemilikan PT DIA di bank tersebut, saham yang sebelumnya menjadi bagian Michael Hartono diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp200 triliun per 13 Agustus 2026.

Selain BCA, PT DIA juga tercatat memiliki 19,95 persen saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4,6 triliun. Dengan demikian, porsi kepemilikan Michael Hartono di perusahaan tersebut bernilai sekitar Rp2,25 triliun.

Warisan Michael Hartono tidak hanya berkaitan dengan sektor perbankan. Kekayaan keluarga Hartono juga berasal dari kerajaan bisnis yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari industri rokok, pusat perbelanjaan hingga perkebunan.

Salah satu bisnis terbesar keluarga tersebut adalah Djarum, produsen rokok kretek yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis keluarga Hartono.

Menurut Forbes, total kekayaan bersih keluarga Hartono mencapai US$43,8 miliar pada akhir 2025. Angka tersebut menempatkan keluarga Hartono sebagai keluarga terkaya di Indonesia.

Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono diketahui mengembangkan bisnis keluarga setelah meneruskan usaha rokok yang diwariskan ayah mereka. Keduanya kemudian melakukan ekspansi ke berbagai sektor, termasuk industri keuangan.

Robert Hartono Kini Jadi Pengendali Terakhir BCA

Meninggalnya Michael Hartono juga membawa perubahan dalam struktur pengendalian BCA.

Dalam keterbukaan informasi, BCA menyampaikan bahwa Robert Budi Hartono kini menjadi pemegang saham pengendali PT DIA. Perusahaan tersebut merupakan pemegang saham pengendali terakhir BCA.

Meski terjadi perubahan struktur kepemilikan akibat pembagian saham kepada ahli waris Michael, persentase kepemilikan Robert di PT DIA tetap sebesar 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

“Dengan demikian Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono,” kata Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (13/8/2026).

BCA juga menyampaikan telah menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 29 Juli 2026 mengenai perubahan struktur kepemilikan akhir tersebut.

Melalui surat itu, OJK menyatakan perubahan struktur kepemilikan akhir BCA telah dicatat dalam administrasi pengawasan.

Dengan demikian, Robert Budi Hartono kini secara resmi tercatat sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here