Bogordaily.net – Syahrini akhirnya buka-bukaan mengenai perjalanan panjang dan penuh perjuangan yang dilaluinya untuk menjadi seorang ibu.
Istri Reino Barack itu mengungkap bahwa sebelum akhirnya dikaruniai putri pertama yang akrab disapa Princess R, dirinya harus melewati berbagai pengalaman berat, termasuk dua kali mengalami keguguran.
Salah satu pengalaman paling menyakitkan yang dialami Syahrini adalah ketika ia kehilangan calon bayi kembarnya.
Kini, kebahagiaan akhirnya hadir dalam kehidupan Syahrini dan Reino Barack setelah kelahiran putri pertama mereka pada 1 Agustus 2024.
Kehadiran Princess R menjadi momen istimewa bagi pasangan tersebut setelah lima tahun menjalani kehidupan rumah tangga.
Syahrini dan Reino Barack diketahui menikah pada 27 Februari 2019. Namun, perjalanan untuk mendapatkan momongan ternyata tidak berjalan mudah.
Pelantun lagu ‘Kau Yang Utama’ itu mengisahkan bahwa dirinya sempat hamil tidak lama setelah pulang dari honeymoon bersama sang suami.
Namun, kehamilan pertamanya harus berakhir ketika usia kandungannya memasuki bulan ketiga.
Setelah mengalami keguguran pertama, Syahrini kembali mendapatkan kabar bahagia.
Ia hamil untuk kedua kalinya saat sedang melakukan perjalanan bersama Reino Barack di Amerika Serikat.
“Keguguran yang pertama dan kemudian aku keguguran lagi yang kedua waktu aku satu bulan di Amerika. Itu aku keliling sama suami ke LA, New York, Aspen,” kisahnya dalam unggahan video YouTube terbarunya, Rabu 2 September 2026.
Saat berada di Amerika Serikat, Syahrini mulai merasa curiga dirinya sedang mengandung karena menstruasinya tidak kunjung datang.
Setelah melakukan pemeriksaan, dugaan tersebut ternyata benar.
Syahrini diketahui tengah hamil dengan usia kandungan sekitar satu setengah bulan.
Namun, kebahagiaan tersebut kembali berubah menjadi pengalaman yang sangat berat.
Saat berada di New York, Syahrini mengalami pendarahan.
“Pas hari kedua di New York, nah aku bleeding. Sedih banget. Pas aku masih ingat waktu itu Thanksgiving (sekitar November),” tuturnya.
Syahrini kemudian mendapatkan pemeriksaan medis di sebuah klinik.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ia mengetahui fakta yang membuat pengalaman kehilangan itu terasa semakin berat.
Janin yang dikandungnya ternyata merupakan bayi kembar.
“Aku lagi bleeding tuh dibawa ke klinik itu dan ternyata anakku kembar dua. Yang (keguguran) kedua ini itu sedihnya melebihi putus cinta, melebihi kehilangan apa pun,” tambahnya.
Syahrini kemudian harus menjalani prosedur kuretase. Setelah menjalani tindakan tersebut, ia juga harus menunggu cukup lama sebelum kembali diperbolehkan menjalani program kehamilan.
Menurut kisahnya, dokter meminta Syahrini menunda kehamilan selama satu tahun untuk memberikan waktu bagi rahimnya pulih.
Selama masa pemulihan, Syahrini juga menjalani suntik hormon untuk membantu mempercepat proses pemulihan.
Namun, prosedur tersebut memberikan perubahan pada kondisi tubuhnya.
Syahrini mengungkap berat badannya sempat meningkat hingga mencapai 20 kilogram.
Setelah satu tahun menjalani masa pemulihan, Syahrini kembali berusaha mendapatkan momongan melalui program bayi tabung.
Perjuangan tersebut kembali membutuhkan kesabaran karena prosedur yang dijalani beberapa kali belum memberikan hasil yang diharapkan.
Setelah beberapa kali mencoba, Syahrini mengaku sempat memutuskan untuk berhenti sementara dan memberikan waktu bagi tubuhnya untuk beristirahat.
“Aku bilang ke dokter gini, ‘dok, pokoknya kalau kali ini aku nggak berhasil, berarti bukan rezekiku di tahun ini. Tapi aku udahan dulu ya dok. Aku mau istirahat dari suntikan karena badan kita membesar’,” kenangnya.
Dalam proses tersebut, dokter kemudian memberikan arahan agar Syahrini dan sang suami mencoba menjalani kehamilan secara alami.
“Habis itu kata dokter, ‘ya udah, tapi malam ini harus intercourse (berhubungan badan) sama suami karena lagi stimulasi dicoba natural ya’ katanya,” lanjutnya.
Keputusan tersebut kemudian menjadi titik balik dalam perjalanan panjang Syahrini dan Reino Barack.
Upaya kehamilan alami tersebut akhirnya berhasil.
Syahrini kemudian mengandung putri pertamanya ketika berusia 43 tahun. Namun, perjuangan Syahrini belum berhenti sampai di sana.
Masa kehamilannya juga dilalui dengan berbagai tantangan fisik.
Ketika usia kandungannya memasuki tujuh bulan, kepala janin disebut sudah berada di posisi bawah.
Kondisi tersebut membuat Syahrini mengalami rasa sakit di berbagai bagian tubuhnya.
Ia bahkan harus menggunakan kursi roda selama beberapa bulan untuk membantu aktivitas sehari-hari.
“Jadi aku tuh 3 bulan, ibu-ibu berjuang dengan rasa sakit. Berjalan di rumah, sakit, bobok sakit, pipis sakit, ke belakang sakit, semua sakit. Dan aku pakai kursi roda tiga bulan,” katanya.
Berbagai rasa sakit dan perjuangan panjang yang dilalui Syahrini akhirnya terbayar dengan kebahagiaan.
Kehadiran Princess R menjadi momen yang sangat berarti setelah perjalanan panjang untuk mendapatkan momongan.
Dua kali mengalami keguguran, kehilangan calon bayi kembar, menjalani masa pemulihan, terapi hormon, hingga beberapa kali mencoba program bayi tabung menjadi bagian dari perjalanan Syahrini sebelum akhirnya berhasil mengandung dan melahirkan putri pertamanya.
Kisah tersebut memperlihatkan perjuangan panjang Syahrini dan Reino Barack dalam menantikan kehadiran buah hati hingga akhirnya mereka dikaruniai Princess R pada 1 Agustus 2024.***
