Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Rekosistem meluncurkan Waste Station di kawasan Balai Kota Bogor, Sabtu 29 September 20226. Fasilitas ini menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat untuk memilah dan menyetorkan sampah anorganik dari sumbernya.
Wali Kota Bogor mengatakan, kehadiran Waste Station merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor memastikan kebijakan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dapat berjalan dengan melibatkan masyarakat.
“Ini bagian dari upaya kita Pemerintah Kota Bogor memastikan arah kebijakan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir ini berjalan,” ujar Wali Kota Bogor.
Menurutnya, fasilitas tersebut hadir berkat kolaborasi Pemkot Bogor dengan Rekosistem, Ford Foundation, Parongpong, Raw Haus, dan Material.
Ia menyebut, Waste Station di kawasan Balai Kota menjadi tempat yang mudah diakses masyarakat untuk menyetorkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai.
“Saya pikir ini yang pertama di Jawa Barat. Kita siapkan Waste Station untuk menerima beberapa sampah anorganik yang mempunyai nilai,” katanya.
Pemilihan lokasi di kawasan Balai Kota Bogor juga dinilai strategis karena berada di wilayah dengan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
Wali Kota mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut dan tidak langsung membuang sampah anorganik yang masih bernilai ekonomis.
“Kalau ada botol minum, jangan langsung dibuang. Bisa mampir ke sini, dengan syarat mempunyai aplikasi Rekosistem,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Rekosistem, Ernest Kristian Layman, mengatakan pihaknya mendukung Pemkot Bogor dalam membangun budaya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Menurut Ernest, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.
“Kita bisa mensupport Pemerintah Kota Bogor untuk bisa membangun budaya masyarakat memilah sampah dari sumber. Bukan hanya infrastruktur, tetapi bagaimana masyarakat bisa ikut terlibat untuk bisa mengelola sampah dengan baik,” kata Ernest.
Melalui Waste Station, masyarakat juga mendapatkan keuntungan dari sampah yang mereka setorkan.
“Di sini kita mengajak masyarakat bukan hanya capek-capek memilah sampah, tetapi ada reward point-nya. Jadi setiap setor sampah ini yang bisa ditarik ke rekening atau bank digital masing-masing,” jelasnya.
Adapun sampah yang dapat disetorkan melalui Waste Station di antaranya botol plastik, plastik kemasan atau mie instan, barang elektronik, minyak jelantah, kardus, logam, kaleng, hingga botol kaca.
Melalui aplikasi Rekosistem, masyarakat dapat memasukkan jenis sampah yang akan disetor, mengunggah foto sampah, kemudian mendapatkan kode untuk ditempelkan pada barang. Sampah selanjutnya dapat dibawa ke Waste Station untuk ditimbang dan dinilai, sehingga hasilnya dapat langsung menjadi saldo bagi pengguna.
Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan semakin terbiasa memilah sampah sejak dari rumah maupun aktivitas sehari-hari, sekaligus mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.***
Mfik
