Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meresmikan Jembatan Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu 24 Oktober 2026.
Jembatan yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat tersebut kini tampil lebih lebar dan dilengkapi atap setelah terakhir kali diperbaiki pada 1985.
Penataan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan warga, tetapi juga menjaga identitas Pulo Geulis sebagai simbol toleransi dan kebersamaan di Kota Bogor.
Pemkot Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta untuk membenahi jembatan tersebut. Perbaikan dilakukan untuk menunjang mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga yang setiap hari menggunakan akses penghubung tersebut.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa jembatan tersebut memiliki kapasitas menahan beban hingga 20 ton. Namun, kendaraan besar seperti truk tronton tidak diperbolehkan melintas.
“Anggaran kurang lebih Rp600 juta, dengan kekuatan 20 ton. Tronton tidak bisa melintas,” ujar Dedie, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, pembenahan dilakukan karena kondisi jembatan sebelumnya dinilai terlalu sempit untuk menunjang aktivitas warga. Setelah diperbaiki, akses jembatan kini menjadi lebih luas sehingga dapat meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat.
“Terakhir diperbaiki 1985, sudah 41 tahun lalu. Saat itu sudah diperbaiki, tetapi sangat sempit, jadi kita lebarkan,” ungkapnya.
Sementara itu Direktur Desa Inklusi, Lazyra Amadea mendukung dan menyampaikan, pembenahan jembatan yang dinilainya memberikan ruang lebih luas bagi warga, terutama pengguna kendaraan roda dua.
“Dulu jembatannya kecil banget, cuma muat satu motor. Sekarang sudah bisa untuk dua motor. Jalan untuk warga juga sudah lebih luas,” kata Lazyra.
Ia juga menyoroti penambahan pagar besi dan atap jembatan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Menurut Lazyra, pagar besi yang terpasang dapat membantu mengurangi risiko anak-anak terjatuh ke sungai ketika bermain atau berlari di jembatan. Sementara itu, keberadaan atap menjadi perubahan tersendiri karena selama ini jembatan tersebut belum pernah dilengkapi pelindung di bagian atasnya.
“Menarik juga karena sekarang ada atapnya. Seumur-umur saya melihat Jembatan Pulo Geulis, baru kali ini pakai atap,” tuturnya.
Pembenahan Jembatan Pulo Geulis merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor menata kawasan tersebut secara menyeluruh. Selain jembatan, perbaikan drainase di kawasan itu telah selesai dilakukan. Pemasangan *sheet pile* atau struktur penahan tanah di sepanjang jalan juga sebagian besar telah rampung.
Penataan tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga kondisi hunian masyarakat melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Dalam program pemerintahan periode 2025–2029, sebanyak 200 rumah ditargetkan mendapatkan perbaikan. Hingga saat ini, 44 rumah telah diperbaiki, sementara 156 rumah lainnya masih menjadi target penyelesaian berikutnya.
Dedie menyebut, pembenahan infrastruktur menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Pulo Geulis. Dalam pelaksanaan program tersebut, Pemkot Bogor juga mendapatkan dukungan dari Yayasan Buddha Suci.
“Sejalan dengan perbaikan jembatan untuk menunjang program RTLH di kawasan ini, jadi infrastrukturnya diperbaiki juga. Tentu saja dibantu Yayasan Buddha Suci,” tuturnya.
Desa Inklusi turut menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat Pulo Geulis, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya membagikan 300 susu, 300 roti, serta makanan ringan untuk anak-anak di kawasan Pulo Geulis. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Lazyra mengatakan, Desa Inklusi berkomitmen mendukung berbagai program Pemkot Bogor, termasuk pembangunan fasilitas umum dan pelayanan masyarakat.
“Desa Inklusi pastinya mendukung setiap program Pemerintah Kota Bogor. Dari awal, kami juga bertekad mendukung Perumkim yang membangun jembatan dan posyandu. Kami juga merencanakan untuk ikut mendukung pembangunan posyandu,” jelasnya.
Melalui pembenahan jembatan, penataan lingkungan, perbaikan rumah warga, serta dukungan terhadap kebutuhan sosial masyarakat, kawasan Pulo Geulis diharapkan semakin nyaman untuk ditinggali.
Lebih dari sekadar memperbaiki akses, penataan tersebut diharapkan dapat mempertahankan karakter Pulo Geulis sebagai bagian dari wajah Kota Bogor yang menjunjung tinggi toleransi, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.***

