HomeNasionalNasib Jemaah Umrah Indonesia Usai Serangan Berulang di Bandara Riyadh

Nasib Jemaah Umrah Indonesia Usai Serangan Berulang di Bandara Riyadh

Bogordaily.net – Sebanyak 401 jemaah umrah Indonesia terdampak pembatalan penerbangan lanjutan menuju Arab Saudi. Penyebabnya, situasi keamanan di Riyadh memanas setelah serangan mengguncang bandara internasional di ibu kota Arab Saudi tersebut.

Para jemaah itu berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin, 12 Oktober 2026. Mereka menggunakan penerbangan transit melalui Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Bagi jemaah umrah, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar urusan tiket dan koper. Ada penantian panjang, persiapan ibadah, juga harapan yang sudah disusun jauh-jauh hari. Kini, sebagian perjalanan itu harus tertunda karena situasi keamanan yang berada di luar kendali mereka.

Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan, 401 penumpang terdampak pembatalan pada lima penerbangan dari sejumlah maskapai.

“Tercatat sebanyak 401 penumpang terdampak pada lima penerbangan,” ujar Yudistiawan dalam keterangan yang disampaikan Senin, 12 Oktober 2026.

Nasib ratusan jemaah tersebut tidak seluruhnya sama. Sebagian masih bisa melanjutkan perjalanan, sementara yang lain harus menyesuaikan rencana.

Dari total 401 jemaah yang terdampak, sebanyak 41 orang telah melanjutkan perjalanan menuju Riyadh. Sebanyak 14 jemaah lainnya tetap berangkat dengan pengalihan rute menuju Turki.

Sementara itu, 30 jemaah memilih membatalkan perjalanan. Mereka mendapatkan penanganan sesuai kebijakan masing-masing maskapai, termasuk kemungkinan pengembalian dana atau penjadwalan ulang penerbangan.

Pembatalan tersebut berkaitan dengan keputusan operasional maskapai yang melayani penerbangan lanjutan melalui Dubai.

Ada satu hal yang perlu dibedakan. Gangguan terjadi pada penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh, bukan pada seluruh penerbangan yang berangkat dari Jakarta.

Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Dubai masih beroperasi. Artinya, penumpang yang menggunakan rute transit perlu memperhatikan status penerbangan sambungan mereka, karena perjalanan dapat terganggu meskipun penerbangan dari Jakarta tetap berjalan.

Di tengah situasi tersebut, ada kabar yang relatif melegakan bagi calon jemaah umrah Indonesia.

Operasional penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah masih berjalan normal.

Yudistiawan menegaskan, perkembangan situasi keamanan di Riyadh sejauh ini tidak mengganggu jadwal penerbangan langsung menuju dua kota yang menjadi tujuan utama jemaah umrah tersebut.

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan operasional penerbangan langsung dari Indonesia menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini berjalan normal dan lancar di tengah perkembangan situasi di Riyadh,” tuturnya.

Karena itu, dampak pembatalan penerbangan tidak bisa disamaratakan kepada seluruh jemaah umrah. Penumpang dengan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah memiliki kondisi operasional berbeda dari mereka yang harus transit melalui Dubai.

Meski demikian, calon penumpang tetap perlu memeriksa informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat. Status penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan keamanan dan keputusan otoritas penerbangan.

Situasi keamanan di Riyadh menjadi perhatian setelah Bandara Internasional King Khalid dilaporkan mengalami serangan kelompok Houthi pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Dalam informasi yang dikutip dari laporan sumber tersebut, serangan itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 orang lainnya.

Serangan tersebut disebut sebagai serangan ketiga terhadap bandara internasional di Riyadh dalam kurun waktu sepekan. Otoritas Arab Saudi kemudian menghentikan sementara operasional bandara dan mengalihkan penerbangan yang menuju ibu kota negara itu.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, serangan kembali dilaporkan mengguncang Bandara Internasional King Khalid. Insiden kedua itu disebut menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya.

Informasi mengenai serangan tersebut disampaikan melalui akun Instagram Al Jazeera pada Senin pagi, 12 Oktober 2026.

Rangkaian insiden itu memperlihatkan bagaimana persoalan keamanan di satu titik penerbangan dapat berdampak hingga ke negara lain.

Bagi jemaah Indonesia yang menggunakan rute transit, perjalanan menuju Tanah Suci kini tidak hanya bergantung pada tiket yang sudah dibeli. Kondisi keamanan, keputusan maskapai, dan ketersediaan jalur penerbangan lanjutan ikut menentukan apakah perjalanan bisa diteruskan sesuai jadwal.

Untuk sementara, penerbangan langsung dari Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah masih beroperasi normal. Namun, bagi 401 jemaah yang terdampak pembatalan penerbangan transit melalui Dubai, kepastian perjalanan berikutnya tetap bergantung pada perkembangan situasi dan kebijakan maskapai masing-masing.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here