Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempersiapkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kayumanis, Kota Bogor.
Fasilitas yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 6 hektare tersebut ditargetkan mulai dibangun melalui groundbreaking pada Desember 2026, jika tidak ada kendala.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa secara teknis lokasi PSEL Kayumanis telah memenuhi persyaratan untuk melanjutkan proses perizinan, penetapan aset, dan perencanaan.
Selain itu, akses jalan menuju lokasi juga telah dinyatakan siap, meskipun masih perlu ditingkatkan agar lebih memadai untuk menunjang aktivitas kendaraan operasional.
“Secara teknis, lokasi Kayumanis ini sudah memenuhi persyaratan untuk proses izin, penetapan aset, perencanaan PSEL, dan akses jalan sudah clear. Tinggal kita wujudkan akses jalan yang lebih representatif agar kendaraan yang masuk ke area IPAL dan PSEL lebih mudah,” ujar Dedie A. Rachim.
Ia berharap tahapan persiapan yang sedang berjalan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut bisa dimulai sesuai target.
“Saya pikir Desember mungkin kita akan groundbreaking jika tidak ada kendala,” katanya.
Dedie menjelaskan, pembangunan PSEL tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah di Kota Bogor, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi daerah sekitar.
Karena itu, pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah daerah lain, seperti Kabupaten Bogor, Depok, dan DKI Jakarta, dinilai perlu dilakukan untuk membahas kepentingan bersama.
Meski demikian, kebutuhan Kota Bogor tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan fasilitas tersebut.
“Pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Bogor dan wilayah sekitar seperti Depok serta DKI Jakarta, ini untuk kepentingan bersama. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan, tetapi utamanya untuk kebutuhan Kota Bogor,” jelasnya.
Selain mengolah sampah menjadi energi listrik, Pemkot Bogor juga merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sisa pembakaran atau *Fly Ash Bottom Ash* (FABA) plant. Fasilitas ini nantinya akan mengolah material sisa pembakaran agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan campuran konstruksi.
Material tersebut direncanakan dapat digunakan untuk pembuatan road base atau lapisan dasar jalan, paving block, U-ditch, hingga kanstin. Dengan demikian, pengelolaan sampah di PSEL diharapkan tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sisa pengolahan.
Tak hanya itu, kawasan PSEL Kayumanis juga direncanakan dilengkapi fasilitas pengolahan air bersih dan air limbah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Kayumanis.
Dengan berbagai fasilitas pendukung tersebut, pembangunan PSEL Kayumanis diharapkan menjadi salah satu upaya Pemkot Bogor dalam menangani persoalan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan hasil pengolahan sampah untuk kebutuhan energi dan pembangunan infrastruktur.
Pemkot Bogor kini melanjutkan tahapan persiapan agar rencana pembangunan dapat berjalan sesuai target, dengan harapan groundbreaking bisa dilaksanakan pada Desember 2026 apabila tidak terdapat kendala.***
Mfik

